Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Puisi - Suara Hati Seekor Anak Babi

Oleh Maha Guru Ching Hai (Digubah saat umur 20-an)
(Asal bahasa Aulac)
Di hari pertama aku bertemu denganmu
Adalah hari kelahiranku.
Merah muda dan bulat, oh aku sungguh montok 
Bersama Ibu aku bersenda gurau dengan gembira.
Dengan kasih engkau memandangku
Memuji, “Oh, kau sungguh bulat, betapa lucunya!”
Setiap hari engkau datang berkunjung
Membawa air sejuk dan hidangan vegetarian yang lezat.
Ibu dan aku sangat tersentuh
Kebaikanmu lebih berharga daripada emas.
Aku menjalani kehidupan yang damai
Di bawah pemeliharaan dan perlindunganmu

Seiring dengan berlalunya waktu aku semakin montok
Hanya makan, istirahat, dan bermain saja
Begitu indahnya pagi ini

Di kala awan sedang melayang melintasi langit,

Aku dan Ibuku berdekapan erat
Tak sadar akan tragedi yang akan menimpa!

Dua pria muda berotot
Kuat laksana macan dan gajah
Melumatkan tubuh kecilku

Masuk ke dalam sangkar kengerian!
Tidak ada jalan untuk lolos!
Oh Tuhan, api penyucian apakah ini?
Aku meratap dalam ketakutan dan kengerian
Ibu, oh Ibu, tolong selamatkan aku!

Oh pemeliharaku, tolong segera datang lindungi aku!
Selamatkan hidupku, aku masih muda!
Ibuku menjerit dalam duka

Air mata putus asa memenuhi matanya.

Surga yang tak terukur tak dapat menampung

Derita yang tak terkira ini!

Pengurusku berpaling pergi
 
Tangannya sibuk menghitung tumpukan uang.
Dengan malang aku terguncang-guncang dalam peti barang
Hati yang hancur lebih sakit daripada penderitaan tubuh!
Dua pria muda itu berkelakar:
“Anak babi ini akan sangat lezat!
Besok kita akan menyembelihnya
Untuk merayakan kelahiran bayiku yang baru lahir!”
Oh, betapa ironisnya hidup ini!
Jiwaku dihancurkan,
Air mata mengalir dalam hatiku
Laksana darah mengalir dalam anak sungai.
Aku kira kau mencintaiku
Memeliharaku sampai dewasa
Tetapi semua ini hanyalah pura-pura
Bagimu, ini hanyalah keuntungan dan uang!
Besok tubuhku akan disembelih menjadi potongan kecil
Daging dan tulangku berubah menjadi siksaan belaka
Hanya agar mereka dapat tertawa dalam keriangan
Di pesta dan pertemuan bahagia mereka.
Untuk anakmu yang baru lahir dan yang lainnya
Aku berharap agar mereka panjang umur

Agar keluargamu dapat berkumpul bersama

Dan tidak perlu menanggung nasib seperti diriku...

Aku berdoa agar seluruh keluargamu hidup dengan mulia

Untuk menjadi manusia dalam banyak kehidupan

Dan tak pernah dilahirkan sebagai babi
Yang selalu membayar hutang karma!
Oh, selamat tinggal kehidupan...
Aku rindu pada ibuku yang menderita.
Dengan berlinang air mata aku berteriak...
Oh, Ibu! Ibu... Ibu... 




Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar