Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Dampak Daging terhadap Ekologi dan Lingkungan

Memelihara hewan demi dagingnya mempunyai risiko yang menyebabkan kerusakan hutan tropis, naiknya panas bumi, pemborosan sumber energi, dan kelaparan dunia. Penggunaan tanah, air, dan energi untuk menghasilkan daging bukanlah cara yang efisien.
Sejak 1960, sekitar 25% dari hutan tropis (rain forest) di Amerika Latin telah dibakar dan dilenyapkan untuk menciptakan lahan peternakan sapi. Diperkirakan bahwa setiap empat ons hamburger yang berasal dari sapi di hutan tropis memusnahkan 55 kaki persegi dari hutan di negara tropis. Di samping itu, memelihara sapi adalah penyebab utama terciptanya tiga macam gas yang menyebabkan peningkatan panas bumi, penyebab utama polusi air, dan memerlukan jumlah air yang luar biasa yaitu 2.464 galon untuk memproduksi setiap pound daging sapi. Hanya diperlukan 29 galon air untuk menghasilkan satu pound tomat, dan 139 galon air untuk menghasilkan satu pound roti gandum. Hampir separuh penggunaan air di Amerika Serikat dipakai untuk menghasilkan pakan sapi dan ternak lainya.
Semakin banyak orang yang mendapat makanan jika sumber daya yang digunakan untuk peternakan sapi dimanfaatkan untuk menghasilkan gandum sebagai makanan penduduk dunia. Satu ekar (acre) tanah yang ditanami gandum akan menghasilkan protein sebanyak delapan kali lipat dan kalori sebanyak dua puluh lima kali lipat, jika gandum itu dikonsumsi manusia daripada untuk sapi. Satu ekar tanah yang digunakan untuk menanam brokoli menghasilkan sepuluh kali lipat protein, kalori, dan niasin dari pada satu ekar tanah yang digunakan untuk menghasilkan daging sapi.
Banyak data statistik semacam ini. Sumber daya alam akan digunakan lebih efisien jika tanah peternakan diubah menjadi lahan pertanian untuk menghasilkan makanan bagi manusia. Menjadi vegetarian memungkinkan Anda "menelusuri planet ini dengan lebih ringan". Di samping mengambil yang diperlukan saja dan mengurangi kelebihan, Anda akan merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa tidak ada makhluk hidup yang harus kehilangan nyawanya setiap kali Anda menikmati hidangan.

 
Pola Hidup Vegetarian dan
Perlindungan Lingkungan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai,
Hawaii, Amerika Serikat, 3 September 1994
(Asal bahasa Inggris)
 
Kita menghabiskan bumi ini karena kita memelihara ternak dan hewan. Sebenarnya, ada suatu cara lain yang bisa kita sumbangkan kepada planet kita. Kalian semua tahu akan hal ini; kalian membaca lebih banyak buku dari pada yang saya bisa bayangkan -mengenai pola hidup vegetarian, tentang bagaimana menyelamatkan dunia kita, tentang cinta kasih akan lingkungan dan segala hal apa saja. Dan pola makan vegetarian adalah jawaban bagi segala pertanyaan ini. Bumi kita sedang mengalami kehancuran karena kita makan terlalu banyak daging. Sesungguhnyalah kita harus melakukan cara itu. Secara kasar, hampir seperti itu, kalian lebih banyak membaca surat kabar daripada saya; kalian lebih banyak menonton TV daripada yang pernah saya lakukan. Saya tidak nonton TV.
Tapi, kalian tahu bahwa setiap menit, setiap tahun, kita menebangi hutan-hutan seluas Inggris hanya untuk beternak hewan. Jadi, berapa banyak hutan hujan yang telah dihancurkan. Ini mengubah atmosfer dan hujan. Itu sebabnya planet ini menjadi makin panas, dan banyak tempat mempunyai masalah dengan banjir dan kekeringan dalam kurun waktu yang lama, bahkan di Amerika.
Jadi, kalau kita ingin menyelamatkan planet ini, jika kita ingin berkhotbah tentang pelestarian lingkungan, kita haruslah menjadi vegetarian. Tiada lainnya lagi. Dan hal itu sangat kecil dibandingkan dengan segala vaksinasi serta segala air murni yang digunakan untuk daging dan semacamnya. Kalian tahu lebih baik daripada saya. Saya tidak ingin menceramahi kalian tentang hal yang telah kalian baca di surat kabar atau majalah dan lihat di TV setiap hari. Saya hanya mengingatkan kalian tentang suatu bagian yang kecil darinya. Tetapi, dampak-dampak yang merugikan dari pola makan daging adalah lebih besar daripada kehidupan, tidak itu saja - terhadap banyak hal, dan merugikan bagi diri kita sendiri.

Menyelamatkan Bumi dengan Melindungi Lingkungan
Pada abad yang baru lalu, peradaban manusia mengalami kemajuan pesat teknologi dan industri. Walau kemajuan ini membawa pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta kemudahan bagi kehidupan kita, biayanya atas Bumi ini cukup mahal. Lingkungan alam yang indah hancur oleh polusi, dan sumber daya terbatas planet kita hampir habis oleh eksploitasi manusia yang tak terkendali. Guru pernah berkata kepada kita, "Bumi ini sungguh cantik! Saya tak mau ia binasa begitu cepat. Manusia di dunia ini mengeluarkan banyak uang untuk pergi ke bulan, tetapi mereka mengeluarkan sedikit sekali bagi perawatan Bumi ini. Ini tidak betul!"
Meskipun kita hanyalah pengunjung di planet ini, kita harus memikirkan generasi-generasi mendatang dan semua makhluk lainnya yang hidup di sini. Setiap orang berkewajiban mencintai dan memelihara Bumi yang indah ini. Di samping mendorong kita untuk berlatih dengan tekun dan melindungi Bumi, sejak tahun-tahun awal khotbah-Nya, Guru secara konsisten mengajar rekan-rekan praktisi cara menghemat energi dan melestarikan lingkungan alam dalam kehidupan sehari-hari. Atas terjadinya perubahan ekologi dan iklim yang drastis di masa sekarang, Guru juga telah memperingatkan umat manusia dan menawarkan solusi praktis bagi persoalan-persoalan serius ini, yaitu pola hidup vegetarian dan reforestasi. (Silakan simak kembali ceramah Guru tahun 1994 di Jepang: “Cara Menyelamatkan Dunia dari Hari Kiamat”, bisa dilihat pada Majalah Berita No.38) Pengetahuan dan konsep umum demikian boleh jadi bukan teori yang muluk-muluk, tetapi pastilah tepat guna dan efektif. Melalui ucapan dan tindakan Guru, kita saksikan dan pelajari suatu naskah suci yang amat sangat hidup dengan kebijaksanaan seorang Guru Tercerahkan.  
 

Menghargai Sumber Daya Bumi yang Bernilai
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai di Center Shatin, Hong Kong, 11 September 1993 (Asal bahasa China)

Planet kita menderita karena penghancuran besar-besaran di zaman ini, ketika pepohonan ditebang dan hutan-hutan pegunungan dimusnahkan tanpa pandang bulu. Banyak tempat indah rusak dan merosot jadi padang pasir. Padang pasir baru bermunculan setiap tahun. Lihatlah statistiknya dan Anda akan tahu. Akibat selanjutnya, iklim Bumi berubah secara drastis. Iklim menjadi aneh oleh adanya banyak angin topan dan gempa, serta perubahan suhu yang tajam. Suhu termometer meninggi di lokasi-lokasi yang lazimnya beriklim dingin dan menurun dahsyat di tempat-tempat beriklim hangat. Tubuh kita hampir tak kuasa menyesuaikan diri terhadap perubahan ini. Contohnya, kita boleh jadi terbiasa hidup di Hong Kong, yang cuacanya berubah sejuk pada bulan September dan Oktober, dan menjadi sangat dingin pada bulan November dan Desember. Tubuh kita sudah terbiasa oleh variasi tahunan ini, dan suatu perubahan mendadak membawa ketidaknyamanan jasmani. Kita bisa jadi sakit dan mendapat banyak gangguan. 
 
Merawat Alam
Manusia memiliki daya penghancur yang amat besar. Mereka kurang peduli terhadap masyarakat atau masa datang, dan hanya memperhatikan keuntungan segera bagi diri sendiri. Oleh karena itu, cukup banyak sumber daya Bumi musnah, yang pada gilirannya memengaruhi ekonomi dunia. Apabila hujan deras tumpah ruah di tempat yang tidak diupayakan perlindungan bagi tanah dan airnya, tak akan ada pepohonan yang bisa menyerap hujan agar merembes ke tanah, dan air hujan itu nantinya dilepas perlahan bagaikan sungai. Akibatnya adalah bahaya banjir. Kalau terjadi banjir, banyak rumah hancur, tanaman terendam air, dan ekonomi global menderita. Banjir-banjir yang belakangan ini di Amerika Serikat telah menimbulkan kerugian miliaran dolar, dan Amerika Serikat masih belum pulih sama sekali dari malapetaka ini. Semua ini disebabkan oleh penghancuran lingkungan oleh umat manusia.
Kalau saja setiap kelompok, unit, dan individu bisa bersikap sebagaimana kelompok kita dan dengan kasih sayang merawat Alam seperti yang saya ajarkan, maka dunia kita akan berbeda. Kita mungkin berpikir bahwa hanya negara-negara komunis atau ekstremis saja yang melakukan perang yang menghancurkan planet kita dan membahayakan kehidupan manusia. Tetapi kenyataannya, mereka bukanlah satu-satunya; bahkan kelompok-kelompok kecil, unit-unit kecil, atau perorangan sekalipun bisa merusak Bumi ini. Mereka melakukannya sedikit demi sedikit setiap hari. Ini merupakan penghancuran kronis. Perang menyebabkan kerusakan satu kali, dan dampaknya lenyap dalam beberapa dekade. Manakala orang menyadari bahwa perang tidak membawa manfaat, mereka mengadakan gencatan senjata dan memulai upaya pembangunan serta pemugaran kembali. Namun, penghancuran kronis yang berlangsung setiap hari di seluruh dunia sulit dipugar. Ia menyebabkan kerusakan dan menciptakan risiko yang tidak kurang dari akibat perang.
Saya tidak mengajari Anda hal-hal ini untuk mendapat uang. Sebagai contoh, kadang-kadang saya mengajar Anda bagaimana memetik buah, memelihara pohon, dan menyemprot pohon yang tidak sehat. Pohon terkadang sakit. Ulat tumbuh di dalam dan menggerogotinya, membuat pohon tumbang. Oleh karenanya, Anda harus merawat pohon-pohon itu ketika Anda punya waktu. Mereka yang tahu caranya hendaklah mengajarkan kepada yang tidak tahu. Kerjalah bersama-sama. Setiap dari Anda bisa memelihara beberapa pohon. Dan ketika berbuah, kita bisa memetiknya.
  
Membahayakan Bumi maupun Umat Manusia
Jika lingkungan alam rusak sedikit dan manusia menambahnya tanpa seorang pun mempedulikan Alam, planet Bumi kita pada suatu hari akan seperti Mars. Tahukah Anda tentang Mars? Mengapa ia disebut Mars (sebutan bahasa China untuk Mars adalah “Planet Api”)? Itu karena di sana cuma ada api dan planetnya merah. Tiada kehidupan di sana, setidaknya di permukaannya. Walaupun, saya “dengar” ada kehidupan di bawah tanah. Semua ini karena planet tersebut menderita kerusakan besar-besaran di masa silam, dan ada peperangan dengan makhluk-makhluk lain. Meskipun mereka berperang hanya karena tak ada pilihan lain, karmanya tetap tinggal. Mereka saling bunuh dengan bom kimia, yang membuat planet itu gersang. Selain itu, manusia tak bisa hidup di situ karena kadar racun di atmosfer sekeliling masih tinggi. Atmosfer tak-beracun dari planet Bumi kita mengandung oksigen; karenanya, kita bisa hidup. Tetapi, oksigen kita mungkin tidak murni, sehingga kita tak bisa hidup lama dan daya hidup kita lemah; kita tak bisa menikmati kehidupan yang lama. Di Mars, atau planet lain yang lebih berbahaya atau sudah aus, kondisi atmosfernya bahkan jauh lebih buruk. Diselimuti hanya oleh gas beracun dan tanpa oksigen, tidak memungkinkan adanya kehidupan yang bisa bertahan.
Kini, manusia di Bumi memiliki kekuatan penghancur yang amat besar dan telah menciptakan banyak sekali gas beracun. Hanya demi uang, orang tidak memikirkan masa depan, atau orang-orang di sekeliling mereka, bahkan tidak juga anak-anak mereka atau generasi mendatang. Itu sebabnya, udara di Bumi ini semakin beracun, dan orang menderita lebih banyak penyakit. Sangatlah sulit untuk menyembuhkan penyakit-penyakit mereka, sebab daya tahan mereka semakin lemah.

Memuliakan Karunia Tuhan
Pepohonan menghasilkan oksigen untuk memelihara keseimbangan dalam udara di lingkungan kita. Tanpa mereka, Bumi hanyalah punya banjir dan api; panas dan kering bagaikan padang pasir; atmosfer menjadi tidak seimbang. Keseimbangan terjadi karena pepohonan menyerap gas karbon dioksida untuk peredaran dan transformasi, serta mengeluarkan oksigen yang bermanfaat bagi tubuh kita. Jika kita sering melihat tumbuhan hijau, mata kita merasa santai, kita merasa enak, dan tubuh kita merasa nyaman. Itu sebabnya, pepohonan penting artinya bagi umat manusia. Bilamana kita mempedulikan mereka, kita juga memelihara diri kita sendiri. Ini tak ada hubungannya dengan uang.
Ini adalah pelestarian Alam secara simbolis. Kita tidak memuja Alam; kita melestarikannya. Kadang-kadang, kita harus memotong pohon untuk tujuan yang lebih baik atau untuk kebutuhan dasar. Tetapi, bila kita tidak punya alasan untuk melakukannya, kita haruslah melestarikan mereka semua. Ini adalah tindakan simbolis. Kita tidak melakukannya demi uang, juga bukan karena saya cerewet dan menyusahkan kalian. Mungkin kalian pikir hal itu tak berguna, karena kalian bisa membeli banyak dengan beberapa dolar, tetapi maknanya berbeda. Semua orang mau membeli, tapi tak seorang pun mau menanam. Karena Tuhan telah mengaruniai kita Alam yang agung, kita harus memeliharanya untuk memperlihatkan bahwa kita memuliakan pemberian-Nya. Dan Ia akan memberi kita lebih banyak. Sebagai contoh, orangtua memberi uang kepada anaknya, dan anaknya mengelola dan menjalankan suatu usaha dengan baik. Begitu bisnisnya maju dan berkembang, orangtuanya semakin percaya dan dengan senang hati memberinya lebih banyak kekayaan. Dengan begitu, ia akan lebih makmur lagi. Sebaliknya, jika si anak menyia-nyiakan, memboroskan, atau menghilangkan uang, akankah orangtuanya memberi lebih banyak? Tentu saja tidak! Ini sangat sederhana dan logis.
Oleh sebab itu, bilamana kita memiliki sesuatu yang kita anggap baik, kita harus menghargainya, merawatnya, dan membuatnya lebih baik. Karena kita para praktisi spiritual memiliki kekuatan besar, kita menciptakan suatu dampak luar biasa yang lebih besar daripada hal serupa yang dikerjakan oleh yang bukan praktisi. Sebabnya karena kita mengerjakan dengan kasih sayang dan perhatian terpusat, yang sangat berlainan dengan cara orang luar melakukannya – tanpa perhatian atau demi uang. Dengan demikian kita memiliki kekuatan memengaruhi lebih besar, yang membawa manfaat lebih besar bagi dunia. Oleh karenanya, ingatlah kekuatan Anda sendiri, ketika Anda melakukan apa pun. Kalau tidak, para praktisi spiritual tidak berbeda dengan para non-praktisi. Lalu, mengapa Anda harus berlatih spiritual dan melakukan begitu banyak upaya? Apakah Anda merasa menjadi lebih baik bilamana Anda pergi ke meditasi kelompok? Jika Anda betul-betul tulus, Anda akan merasa bertambah baik, dan Anda akan mendapat kemajuan.




 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar