Minggu, 22 April 2012

Reinkarnasi dalam Islam dan Kristen

Jenar seperti kesurupan di depan laptop nya, di dalam kamar saat senja telah tenggelam di telan pekatnya kegelapan. Memandang layar laptop, yang memperlihatkan sebuah lembaran email dari seorang yang dia anggap cukup mumpuni dalam dunia spiritual. Dunia tempat memahami esensi dari ayat-ayat yang betebaran di alam semesta ini. Dan, dia membaca berulang ulang emai tersebut, seolah-olah rasa haus itu belum terbayar hanya dengan sekali minum. Seperti gila dia terus membaca.
Reinkarnasi artinya dibangkitkan, dihidupkan, di lahirkan kembali atau menjelma kembali. Banyak orang dikalangan umat beragama tidak mempercayai adanya reinkarnasi .
Namun sebagian orang percaya bahwa roh manusia tidak tergantung pada dirinya sendiri, dan bahwa degenerasi (kemerosotan) dan pemusnahan tak bisa menyergapnya.
Oleh karena itu, maka niscaya, bila sebuah tubuh fisik kepada siapa ia tergantung menjadi rusak, dia mencari yang lain, dengan memutuskan hubungan-hubungan sang tubuh yang terdahulu, dia memanifestasikan dirinya sendiri dalam tubuh baru, apakah itu dari suatu mahluk yang lebih rendah ataupun yang lebih tinggi derajatnya, hal ini seperti merekam sebuah buku (menurun, menyalin) ke kertas lain.
 Yasin (36 ayat 82)
“Sesunguhnya perintah-Nya, apabila Dia mengendaki sesuatu hanyalah dengan berkata kepadanya “jadilah, maka terjadilah ia “
Al Baqarah (2 ayat 28)
“Mengapa kamu ingkar kepada Allah padahal dahulunya kamu mati lalu Allah menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, lalu kepadaNya kamu di kembalikan ?”
Ar Rurm (30 ayat 19, 40)
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti demikianlah kamu akan dikeluarkan. Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberi rezeki kepada kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu. Adakah dari sesembahan kamu ada yang dapat berbuat sesuatupun dari demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan.”
Al Isra (17 ayat 49)
“Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan di bangkitkan kembali sebagai mahluk yang baru.”
Yohannes (3 ayat 3,5)
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlah.”
Yohannes (3 ayat 6,7)
“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”
Matius (11 ayat 5)
“Orang-orang mati akan bangkit, yang tuli akan mendengar, yang buta akan melihat dan yang lumpuh akan berjalan.”
Para suci melukiskan dunia ini sebagai ladang karma ke dalam mana jiwa harus kembali berulang lagi guna memetik hasil dari semua perbuatan yang lalu.
Seperti yang ditabur, itulah yang dituai. Begitulah ladang karma itu. Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ? Dunia ini berasaskan hukum karma. Perbuatan apapun yang kaulakukan, orang harus merasakan buahnya.
Kita di bawa kembali ke dalam suatu bentuk, dengan nama kita dapat memenuhi hasil dari perbuatan perbuatan kita, karma-karma kita, dan selama itu pula, jiwa tetap menderita kesedihan karena perpisahan dari Tuhan. Selagi kita menyelesaikan karma karma itu, kita juga terus melakukan karma yang baru, dan akibatnya, kita tetap datang dan pergi, selalu mendekam di rumah penjara dunia ini.
Dan Jenar seperti mengalami sebuah ekstase, setelah mengulang-ulang membaca email tersebut hampir seribu kali. Sehingga fajar sepertinya sudah hilang di telan cahaya mentari yang terang benderang. Dalam ekstasenya, dia melihat lehernya di penggal, hanya karena sebuah rasa takut dari anak-anak manusia yang merasa memonopoli mana yang boleh di sampaikan dan mana yang tidak boleh. Nanar pandangan jenar berusaha meresapkan pengalaman ekstase itu ke jiwa. Kemudian dia beranjak ke tempat tidur, menutupkan mata, dan senyum di bibir dalam tidur yang damai.
Dan sepertinya hari ini, Jenar bolos ke kantor lagi.



 Sumber : http://danalingga.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar