Senin, 23 April 2012

Penemuan fosil koleksi Charles Darwin

Fosil-fosil dijadikan lembaran tipis dan ditempelkan pada kaca.

Berbagai fosil, termasuk beberapa koleksi pencetus teori evolusi Charles Darwin, ditemukan kembali di lemari tua di kantor pusat Survei Geologi Inggris di Keyworth, Inggris tengah.

Fosil-fosil yang dinyatakan hilang selama sekitar 165 tahun itu ditemukan secara tidak sengaja di lemari brangkas tua.

Kini koleksi tersebut sudah diambil fotonya dan bisa dilihat di museum online baru mulai hari Selasa (17/1).

Koleksi 314 sampel ditemukan ahli palaeontologi Dr Howard Falcon-Lang.

"Di dalam laci-laci terdapat ratusan kaca mikroskop indah yang dibuat dengan menggosok tanaman fosil menjadi lembaran-lembaran tipis yang tembus cahaya," kata Dr Falcon-Lang.

"Proses ini memungkinkan fosil-fosil dipelajari dengan mikroskop. Kaca mikroskop pertama yang saya ambil berlabel C. Darwin Esq."

Ternyata barang tersebut merupakan sepotong kayu yang dikoleksi Charles Darwin dari hasil ekspedisinya yang terkenal Voyage of the Beagle pada 1834.

Ekspedisi

Dalam ekspedisi ini dia pertama kali mulai mengembangkan teori evolusi.

Dalam perjalanannya ke Pulau Chiloe, Cile, Darwin menemukan "banyak pecahan batu bara muda warna hitam dan kayu mengandung mineral kuning dan unsur silikon, seringkali menempel bersama".

Charles Darwin mengirimkan penemuannya ke Inggris dan koleksi-koleksi itu kemudian dipotong dan ditumbuk menjadi bagin-bagian tipis.

Joseph Hooker, seorang ahli tumbuh-tumbuhan dan rekan dekat Darwin, bertanggung jawab mengumpulkan koleksi yang "hilang" ketika dia sempat bekerja untuk Survei Geologi Inggris pada 1846.

Fosil-fosil "hilang" karena Hooker gagal memberikan label nomor untuk mengisi daftar contoh resmi sebelum mengadakan ekspedisi ke Himalaya.

Koleksi kemudian berpindah tempat beberapa kali dan perlahan-lahan terlupakan.

(bbc/bbc) 




Sumber : http://news.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar