Sabtu, 14 April 2012

Pap Smear Masih Cara Terbaik Untuk Ketahui Kanker Serviks


Salah satu cara untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks (leher rahim) adalah dengan melakukan pemeriksaan pap smear. Meski kini sudah ada alat tes untuk mendeteksi kuman human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks, namun tes pap smear masih sebagai cara terbaik untuk deteksi kanker serviks.
Penelitian terbaru menyebutkan tes untuk human papillomavirus (HPV) tidak mungkin untuk menggantikan tes pap smear konvensional sebagai alat skrining kanker leher rahim (kanker serviks).
Skrining dengan pap smear biasanya dilakukan pada wanita dengan usia lebih dari 30 tahun. Perempuan usia di bawah 21 tahun tidak disarankan oleh American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) melakukan pap smear karena kekebalan tubuhnya masih bagus.
Pap smear di usia terlalu muda malah akan memberikan tekanan mental karena kekhawatiran yang berlebihan tentang kanker. Kekebalan tubuh perempuan di bawah 21 tahun juga bagus sehingga jarang terkena kanker leher rahim.
“Skrining (pap smear) kanker serviks merupakan cerita sukses kesehatan masyarakat. Jumlah perempuan meninggal akibat kanker serviks telah berkurang setengahnya karena skrining secara rutin,” kata Dr. Evelyn Whitlock P., seorang spesialis kedokteran preventif dari Kaiser Permanente Center for Health Research in Portland, Oregon seperti dikutip dari MSNHealth, Selasa (18/10/2011).
Preventive Services Task Force Amerika Serikat telah menerbitkan pedoman untuk skrining kanker serviks pada tahun 2003 yang telah diperbaiki dan diterbitkan Annals of Internal Medicine pada 18 Oktober 2011.
Untuk membandingkan dua jenis pengujian, para peneliti menganalisis 4 penelitian yang meliputi hampir 142.000 perempuan. HPV telah menyebabkan banyak kasus kanker serviks. Sehingga menggabungkan tes HPV ke dalam program skrining kanker serviks akan dapat lebih efektif.
Namun para peneliti menemukan bahwa sebagian besar tes HPV memiliki hasil positif palsu. Hasil positif palsu dapat menyebabkan biaya perawatan yang tidak diperlukan dan kecemasan bagi banyak wanita.
“Menurut laporan baru, tes HPV lebih sensitif tetapi kurang spesifik dibandingkan tes pap smear. Hal tersebut menyebabkan lebih banyak perempuan yang sebenarnya tidak ada kondisi yang salah dengan kesehatannya namun memliki hasil tes HPV positif, dan hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan potensial,” kata Dr. Whitlock.
Selama tes pap smear, goresan sel dari leher rahim wanita dan diperiksa di laboratorium. Suatu jenis tes pap smear disebut sebagai tes sitologi berbasis cairan, dan pengujian untuk HPV dapat dilakukan pada waktu yang sama.
Bagaimana jalannya pemeriksaan pap smear?
Pasien perempuan nantinya diminta duduk di kursi ginekolog (duduk mengangkang), lalu dokter akan mengambil sampel lendir dari mulut rahim mengguna spatula. Sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop. Pengambilan lendir ini bisa berjalan cepat dan tidak sakit jika si pasien rileks.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks:
1. Terapkan pola hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh terjaga.
2. Jauhi merokok.
3. Hindari seks sebelum menikah atau di usia belasan tahun.
4. Hindari berhubungan seks selama masa haid
5. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
6. Rutin menjalani tes pap smear.
7. Melakukan vaksinasi HPV


Sumber : http://www.suwayuwo.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar