Jumat, 27 April 2012

Donor Organ Tubuh, Antara Keperluan dan Keraguan

Bayangkan seandainya anak,ibu,bapa atau kita sendiri diserang sakit ginjal.Walaupun dideposito banyak nota berwajah Benjamin Franklin-nya.Namun andai ginjal tersebut sudah hampir kadar luasa.Sudah tentu peti mati yang bermain dikepala.
Andai saja negara kita menyimpan banyak organ tubuh cadangan,bukan hanya ginjal yang bisa di ganti.Si buta pun bisa melihat kembali.Memang mirip ganti spare part mobil bunyinya.Spion perlu di ganti.Mesin Alpard tidak mungkin di masukkan ke dalam Mercy.Istilahnya, rumah sakit maupun bengkel,keduanya memerlukan cadangan dengan beragam pilihan

Mengapa organ tubuh musti didonorkan?
Organ hanya didermakan setelah si penderma meninggal dunia.Daripada hancur menjadi tanah atau menjadi santapan ulat2 diliang lahat,bukankah sebaiknya didermakan saja untuk memberikan kehidupan baru bagi yang memerlukan?
Sejak tahun 2006,Malaysia secara besar-besaran melakukan kampanye mengajak rakyatnya menderma organ tubuh saat meninggal dunia.Dalam kampanye tersebut turut terlibat beberapa tokoh pemerintah,artis hingga ke tokoh agama.Koran-koran lokal turut meletakkan headliner beberapa kali bertujuan memberi kesadaran serta meyakinkan masyarakat.
Pastinya kampanye sebegini merupakan sesuatu yang tidak mudah diterima.Umunya persepsi masyarakat Nusantara donor organ tubuh kedengaran aneh dan menakutkan.Apalagi sering dikaitkan dengan isu adat dan agama.Tidak tanggung-tanggung pemerintah Malaysia menggandeng Majlis ulama untuk meyakinkan masyarakatnya..
Majlis Fatwa Kebangsaan Malaysia sudah lebih 30 tahun mengeluarkan fatwa menggalakkan pendermaan organ manusia disertakan beberapa panduan yang telah ditetapkan.Menurut fatwa tersebut Islam tidak melarang umatnya mendermakan organ mereka setelah meniggal dunia.Malahan niat tsb merupakan suatu hal yang mulia bertujuan menyelamatkan nyawa manusia.
Begitu juga dengan kampanye yang dilakukan ketua Non Muslim.Misalnya Wihara pernah menerima lebih dari 600 formulir pendaftaran penderma organ pada hari Wesak.
Kampanye turut dilakukan dibeberapa kantor pemerintah seperti klinik kesehatan,kantor pos dsb.Biasanya orang yang terlibat berkampanye datang langsung dari kementrian kesehatan/rumah sakit untuk memberikan penjelasan yang tepat kepada masyarakat.Setelah bersetuju,calon penderma organ diminta membuat pilihan organ tubuh yang akan di dermakan seperti paru-paru,tulang,mata dsb,Walaupun calon penderma telah mendaftarkan diri secara resmi,tranpalan si mati hanya akan dilakukan setelah mendapatkan keijinan warisnya.Setelah hampir 5 tahun,hasilnya…Malaysia masih belum bisa mencapai targetnya13061265411004339758
Dinegara-negara maju kesadaran menderma organ ini sudah lama dilakukan.Misalnya negara Sepanyol lebih dari setengah populasinya telah mendaftarkan diri sebagai penderma.

Bisakah kita lakukan kampanye donor organ tubuh di Indonesia?
Sebaiknya simiskin dan orang-orang kampung mengetahui dulu hak-hak kesehatan mereka sebagai WNI.Misalnya apakah doktor=dokter di rumah sakit umum Indonesia senantiasa memonitor pasiennya.(Maaf!! karena saya tinggal di KL saya kurang tau tentang sistem rumah sakit umum di Indonesia saat ini)Sebagai contoh ibu saya seorang WNI yang mengadu nasib di Malaysia terkena serangan penyakit.Dokter yang merawat ibu saya senantiasa memonitor kesehatannya misalnya setiap dua minggu atau sebulan sekali ibu saya diwajibkan datang ke rumah sakit jam-jam sekian.Dokternya akan memeriksa kandungan darah,gula dsb untuk mencapai target normal.Saat ibu saya pulang ke Indonesia, ibu saya dikasi bekal obat dan cereal kesehatan.
Namun pemerintah sebaiknya jangan mencontohi Amerika.Kalau mau tau apa alasannya,silakan cari dokumentari karya Michael moore berjudul Sicko.Bisa mati rakyat miskin kita
Seandainya setiap WNI mengetahui dan menerima hak-hak mereka secara adil,tidak mustahil kampanye ini bisa terlaksana dan menyembuhkan jutaan nyawa.Namun jangan sempat organ-organ simiskin menjadi cadangan untuk orang kaya.Saat si kaya mau medical check up,mereka siap terbang ke negara tetangga.Giliran mau ganti organnya,mereka kembali ke Indonesia.Sementara disaat-saat simiskin terkena serangan penyakit berbahaya,mereka hanya dibiarkan menunggu malaikat pencabut nyawa.




Sumber : http://kesehatan.kompasiana.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar