Minggu, 15 April 2012

BERTANAM SELADA ORGANIK (Lactuca sativa)


PENDAHULUAN
Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasa ditanam di daerah beriklim sedang maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai Lalap. Produksi selada dunia diperkirakan sekitar 3 juta ton, yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.
Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan pottsaium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh. Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit merupakan obat penderita insomnia.
Sebuah langkah yang ramah lingkungan telah ditempuh petani di Banyumas, Jawa Tengah. Tidak melalui proses yang rumit dan penuh paksaan. Melainkan melalui kesadaran akan manfaat dari pertanian organik
Dalam budidaya sayuran organik, petani menggunakan pupuk organik murni buatan sendiri dari kotoran hewan. Dengan media polibag yang tersusun di atas rak bambu di bawah naungan rumah-rumahan sederhana beratap plastik, budidaya sayur organik harus selalu mencermati alam, termasuk memilih bibit berkualitas dan mencegah serangan hama ulat dan belalang. Petani tidak menggunakan pestisida yang meninggalkan residu untuk memberantas hama. Oleh karena itu, produk sayur mereka senantiasa segar.
Petani juga menggunakan teknik budidaya greenhouse sederhana. Greenhouse ini terdiri dari bambu sebagai penyangga dan plastik sebagai atap. Bambu juga digunakan sebagai rak untuk meletakkan polibag sebagai media tanam. Bagian sekeliling greenhouse berupa kasa kawat, tetapi petani jarang menggunakannya. Sebaiknya greenhouse diselimuti atau dikelilingi kasa kawat agar hama yang berupa belalang atau lainnya tidak mudah masuk dan merusak tanaman.
Jenis yang banyak diusahakan di dataran rendah ialah selada daun. Jenis ini begitu toleran terhadap dataran rendah sampai di daerah yang sepanas dan serendah . Selada daun memiliki daun yang berwama hijau segar, tepinya bergerigi atau berombak, dan lebih enak dimakan mentah. Varietas selada daun yang baik antara lain new york, imperial, great lakes, dan pennlake.
SYARAT TUMBUH SELADA
Selada yang ditanam di dataran rendah cenderung lebih cepat berbunga dan berbiji. Suhu optimal bagi pertumbuhan selada ialah antara 15-25°C. Jenis tanah yang disukai selada ialah lempung berdebu, lempung berpasir, dan tanah yang masih mengandung humus. Meskipun demikian, selada masih toleran terhadap tanah-tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan dan pupuk organik yang memadai. Sebaiknya tanah tersebut bereaksi netral. Jika tanah asam, daun selada menjadi kuning. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam sebaiknya dilakukan pengapuran terlebih dahulu sebelum penanaman
1. Persiapan LahanPersiapan lahan dapat dilakukan selama satu minggu sampai satu bulan tergantung luas lahan yang petani miliki. Lahan tersebut perlu dibersihkan untuk dijadikan tempat budidaya selada organik. Persiapan lahan ini mencakup pengolahan lahan hingga pembuatan rak sebagai tempat polibag. Media tanam polibag terdiri dari campuran tanah dan pupuk. Media tanam juga dapat berupa campuran dari jerami dan media bekas jamur. Media tanam dibiarkan selama tiga hari sampai satu bulan untuk ditanami bibit selada organik tergantung dari kematangan pupuk yang digunakan. Petani perlu membeli bambu dan plastik untuk membuat greenhouse sebagai tempat untuk membudidayakan selada organik.
2. Pesemaian
Media tanam semai dapat berupa pasir, tanah bekas polibag yang telah dikeringkan, dan pupuk. Benih disebar secukupnya pada kotak pesemaian yang berjumlah dua kotak. Lalu disiram dan ditutup selama dua sampai tiga hari agar benih cepat berkecambah. Penyiraman dilakukan selama dua sampai tiga hari sekali, jangan terlalu sering. Apabila terlalu sering disiram, benih tergenang air dan tidak tumbuh. Benih di pesemaian selama 7 sampai 20 hari tergantung daya kecambah benih yang disemai. Benih yang telah berdaun dua sampai empat helai kemudian dipindahkan ke polibag.

3. Tanam
Benih dipindahkan setelah berdaun dua sampai empat helai dari kotak pesemaian ke polibag yang telah disiapkan. Benih yang dipindahkan ditaruh di bawah rak terlebih dahulu untuk penyesuaian terhadap lingkungan selama tiga hari. Apabila telah melewati tiga hari, tanaman ditaruh di atas rak selama 25 sampai 40 hari. Penyiraman dilakukan satu sampai dua kali sehari, apabila saat umur benih sudah lebih dari dua minggu dilakukan sebanyak dua kali secara teratur. Jarak tanam yang digunakan yaitu 10 sampai 20 centimeter, karena dengan jarak tanam tersebut pertumbuhan tanaman menjadi bagus.

4. PemeliharaanPemeliharaan Ketika tanaman berumur 2 minggu sudah harus dilakukan penyiangan. Hal ini karena perakaran selada dangkal sehingga kurang mampu bersaing dengan tanaman lain dalam menyerap hara. Penyiangan juga berfungsi untuk menekan serangan hama-penyakit. Interval pengerjaannya adalah seminggu sekali. Pengairan pada tanaman selada patut mendapat perhatian. Apalagi di dataran rendah di mana udara lebih panas dan sering kekurangan air. Kebutuhan air mutlak dipenuhi pada awal pcnanaman, saat penyiangan pertama (umur 2 minggu), dan ketika tanaman berumur sebulan. Bila hujan tidak turun, lakukan penyiraman dengan gcmbor atau melewatkan air melalui parit pengairan. Jaga pula agar parit pengairan mampu melewatkan kelebihan air di saat turun hujan lebat. Pemupukan Kebutuhan pupuk kandang untuk tanaman selada adalah 10 ton/ha. Pupuk ini dicampurkan di permukaan areal tanam. Pupuk diberikan dalam aluran di kiri-kanan tanaman. Pemberiannya dilakukan saat penanaman.
5. Hama dan PenyakitHama yang selalu ditemui petani yaitu ulat daun, belalang, dan nyamuk kecil bila keadaan teduh atau lembab. Hama dapat dihilangkan secara mekanik, yaitu dibuang atau dihilangkan. Penyakit yang sering menyerang tanaman selada yaitu bercak hitam daun dan cacar daun. Penyakit yang menyerang tanaman selada masih sulit diatasi oleh petani. Pemeliharaan dilakukan mulai dari pesemaian hingga panen. Pascapanen pun masih perlu dilakukan pemeliharaan agar produk selada yang dihasilkan tidak cepat rusak.
6. PanenPanen dilakukan setelah tanaman ditanam selama maksimal 40 hari. Petani melakukan panen secara bergantian. Petani menggunakan kantong panen yang berjumlah dua buah sebagai tempat produknya. Cara panen petani yaitu dengan cara memotong menggunakan gunting atau pisau bagian bonggol batang sampai akarnya. Petani melakukan panen saat sore hari. Media tanam yang telah digunakan diistirahatkan selama tiga hari sampai dua minggu. Media tanam dibuang sebagian, lalu ditambah lagi pupuk kandang yang baru.
7. Pemasaran atau TransportasiPemasaran dilakukan oleh seorang petani yang bertugas pada bagian pemasaran saja. Pemasaran dilakukan dengan menggunakan alat transportasi berupa motor. Motor ini dilengkapi dengan dua buah kantong yang berada di sebelah kanan kiri motor untuk menaruh tanaman yang akan dipasarkan. Produk ini dijual di supermarket-supermarket yang telah bekerja sama dengan petani, baik dalam kota maupun luar kota. Pemasaran tidak hanya di supermarket dalam kota bahkan hingga luar kota yaitu Kebumen dan Tegal. Saluran pemasaran yang digunakan hanya ada satu yaitu petani, pengumpul, supermarket, konsumen.

Sumber : http://ktnakampar.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar