Sabtu, 08 September 2012

Gigi Sang Buddha Disimpan di Vihara Ini

img

Ribuan orang silih berganti ke Dalida Maligawa (Fitraya/detikTravel)

img

Buddha emas di Dalida Maligawa (Fitraya/detikTravel)

 
img

Rumah kayu tempat gigi Sang Buddha (Fitraya/detikTravel)

img

Bocah imut membawa teratai untuk Buddha (Fitraya/detikTravel)

img

Pohon Bodhi, tempat Buddha bertapa (Fitraya/detikTravel)

Kandy - Di Kandy, Sri Lanka, ada vihara Buddha paling suci. Di sana, tersimpan relik suci berupa gigi asli dari Siddhartha Gautama. Penasaran dengan gigi Sang Buddha?

Kandy adalah bekas ibukota Sri Lanka, sebelum dijajah Inggris. Kota yang berjarak 116 km dari Colombo ini menjadi kota suci untuk umat Buddha di Sri Lanka, karena menjadi tempat persemayaman relik suci gigi Sang Buddha.

Sri Dalada Maligawa atau Vihara Gigi adalah tempat yang paling banyak dikunjungi traveler di Kandy, Sri Lanka. detikTravel berkunjung ke kota yang sejuk ini beberapa waktu lalu.

Sri Dalada Maligawa ini terletak di tepi Danau Kandy yang luas dan cantik. Di pelatarannya banyak terdapat stupa, namun yang paling menarik adalah Pohon Bodhi, pohon suci umat Buddha sebagai tempat Buddha bertapa.

Wisatawan asing membayar 1.000 Rupee dan tambahan 300 Rupee untuk kamera (total Rp 91.000). Karena ini tempat suci, banyak tata krama yang harus ditaati, seperti melepas alas kaki sebelum masuk ke kompleks istana Kandy ini.

Sri Dalada Maligawa adalah sebuah bangunan besar dua lantai dengan taman di bagian tengah. Di tengah taman itu ada sebuah rumah kayu dua lantai yang diukir indah. Itulah tempat persemayaman gigi Sang Buddha. Langit-langitnya dipenuhi ornamen-ornamen teratai yang terbuat dari emas!

Pengunjung tidak bisa melihat langsung gigi Sang Buddha, melainkan hanya dari luar rumah kayu ini. Sayang memang, tapi begitulah aturannya. Gigi Sang Buddha hanya dikeluarkan sekali dalam 5 tahun dalam festival tahunan Esala Perahera.

Aturan berfoto di sini pun sangat keras! Pengunjung tidak boleh berfoto dengan posisi memunggungi rumah tempat gigi Buddha berada, karena dianggap menghina. Jika ingin ada wajah Anda bersama rumah persemayaman gigi Buddha, Anda harus berdiri menyamping atau berdiri sejajar di samping rumah kayu ini.

Orang-orang naik ke lantai dua Sri Dalada Maligawa untuk berdoa kepada Buddha di sini sambil menyerahkan bunga teratai kepada penjaga. Di lantai ini, Anda harus sangat tenang dan tidak mengganggu aktivitas peribadatan.

Setelah melihat rumah persemayaman gigi Buddha, kita diajak melihat aula dengan patung Buddha emas. Di situ ada relief perjalanan sejarah hidup Buddha, sampai bagaimana akhirnya gigi Buddha bisa berada di tempat ini.

Sri Dalada Maligawa menawarkan pesona lain. Cobalah bercengkerama dengan masyarakat lokal yang berkunjung ke Sri Dalada Maligawa. Anda akan terpesona dengan keramahan mereka terutama anak-anak sekolah.


Sumber : http://travel.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar