Tampilkan postingan dengan label Vegetarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vegetarian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2012

Satu Gigitan Kutu Ini Bisa Merubah Anda Jadi Vegetarian

Kabar buruk bagi para penggemar daging, para peneliti berhasil menemukan seekor kutu di pesisir Pantai Timur, Amerika Serikat, yang mampu mengubah mereka menjadi vegetarian hanya dalam satu gigitannya saja.

Seperti yang dikabarkan kantor berita ABC News, Peneliti dari University of Virginia telah menemukan adanya sebuah jenis kutu yang dinamakan 'Lone Star' di daerah pesisir pantai timur Amerika yang mampu menyebabkan korbannya alergi terhadap daging.

"Setelah memakan daging sapi, mereka akan baru merasakan efek alerginya setelah 3 hingga 6 jam kemudian; mulai dari gatal-gatal hingga anaphylactic shock (reaksi alergi ekstrim dan tiba-tiba)." kata Dr. Scott Commins. " "Sebagian besar orang-orang akan menghindari reaksi alergi, jadi mereka mulai menghindari makanan yang memicunya."

Dari daerah tempat kutu ini hidup, peneliti setidaknya sudah menemukan 400 orang yang mengalami gejala alergi terhadap daging. 90% dari jumlah tersebut mengaku memiliki riwayat digigit kutu selama hidupnya.

Penyebab kondisi ini diduga berasal dari ludah si kutu. Sayangnya, para peneliti belum menemukan bagaimana cara ludah tersebut bereaksi sehingga memberikan efek alergi terhadap daging.

Sejauh ini, yang mereka ketahui adalah meningkatnya antibodi terhadap alpha-gal (sejenis gula yang ditemukan dari daging merah, daging domba, dan daging babi) setelah orang tersebut tergigit sekali oleh kutu yang memiliki satu corak titik putih yang terdapat di punggungnya.
(as/abcnews)


Sumber : http://memobee.com/

Jumat, 22 Juni 2012

Adele Jadi Langsing Berkat Diet Vegetarian

Adele Jadi Langsing Berkat Diet Vegetarian
Foto: popcrush.com
Jakarta - Adele dikenal sebagai penyanyi wanita sukses. Namun, keberhasilannya tak hanya di bidang tarik suara. Adele yang berperawakan gemuk pun sukses menurunkan berat badan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Dulu, Adele kecanduan merokok dan minuman beralkohol. Barangkali karena ini pula ia sempat bermasalah dengan pita suaranya sehingga harus istirahat bernyanyi selama beberapa waktu. Sejak saat itu, ia berusaha hidup lebih sehat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Divine.ca, Adele dan kekasihnya, Simon Konecki, kini tak lagi memakan daging. Selain menjadi vegetarian, mereka juga rajin jogging. Alhasil, berat badan Adele turun 6 kg. Mereka pun berencana melanjutkan program diet hingga akhir April 2012. 

Menurut The Sun, Adele telah berhenti merokok dan merasa lebih berenergi karenanya. Wanita berusia 24 tahun inipun ingin menjadi lebih ramping. Ia tertarik ikut kelas Pilates namun tidak punya waktu.

“Adele benar-benar ingin hidup lebih sehat. Kini, ia sudah setengah jalan ke arah sana,” kata orang dekatnya kepada The Sun.

Sebelumnya, Adele pernah dikomentari oleh creative director ChanelKarl Lagerfeld, bahwa ia sedikit terlalu gemuk. Namun, Adele menegaskan bahwa ia ingin langsing untuk dirinya sendiri, bukan demi orang lain.

“Saya tak pernah ingin terlihat seperti model di sampul majalah. Saya mewakili mayoritas wanita, dan saya bangga karenanya,” ujar Adele kepada majalah People. Ia pun menambahkan bahwa berat badan tidak berpengaruh terhadap karirnya.

(fit/odi)


Sumber : http://food.detik.com/

Senin, 07 Mei 2012

Siapkah jadi Vegetarian?


Siapkah jadi Vegetarian?Karena alasan untuk kesehatan, kecantikan, cinta kepada binatang, dan mengurangi pemanasan global, membuat orang akhirnya mengurangi atau sama sekali tidak mengkonsumsi daging hewan dan produk olahannya. Orang seperti ini biasa disebut dengan vegetarian. Tetapi, tahukah Anda bahwa ada beberapa tipe vegetarian berdasarkan apa yang dikonsumsinya? Apa saja manfaat dan kesulitan yang ada untuk menjalani pola makan seperti ini?

Manfaat Menjadi Vegetarian

Manfaat dari vegetarian memang terutama untuk kesehatan. Manfaat tersebut antara lain:
  • Berguna untuk kesehatan tubuh. Sebagaimana sudah diketahui, sayuran dan buah-buahan banyak mengandung serat sehingga membantu kesehatan saluran pencernaan dan membuat Anda lancar setiap harinya. Sayuran dan buah juga banyak mengandung antioksidan yang dapat mencegah kanker, penyakit jantung atau diabetes.
  • Meningkatkan kecantikan, membuat kulit awet muda dengan mengkomsumsi makanan alami. Sayuran dan buah-buahan dapat menjadikan tubuh terlihat lebih langsing.
  • Membantu mengurangi pemanasan global yang meresahkan penduduk bumi. Industri peternakan menjadi salah satu penyebab pemanasan global di bumi dan juga menyumbang polusi yang cukup banyak, khususnya polusi udara. Selain pemanasan dan polusi yang dihasilkan dalam industri, polusi juga dihasilkan dari proses pembuatan makanan bagi hewan.

Sulit Menjadi Vegetarian

Selain manfaat, ternyata ada juga yang merasa tidak sanggup mencoba hidup vegetarian. Penyebab yang mungkin dialami:
  • Terlalu meyukai daging, sehingga sangat sulit jika harus meninggalkan untuk mencicip daging untk selamanya
  • Dengan menjadi vegetarian merasa akan sulit jika harus makan di luar karena merasa sulit menemukan makanan vegetarian yang dijual di pasaran.

Tipe Vegetarian

Setelah melihat beberapa manfaat maupun kesulitan yang dihadapi, Anda mungkin tertari untuk menjadi seorang vegetarian juga. Vegetarian tidak berarti orang yang hanya makan sayur saja, tetapi vegetarian terbagi atas beberapa tipe. Setiap tipe mempunyai aturan tersendiri. Tipe vegetarian terbagi atas:
  • Vegan

    Tidak mengkonsumsi semua daging binatang baik itu daging merah, daging unggas atau daging ikan. Vegan juga tidak mengkonsumsi produk olahan dari binatang sepeti telur, susu, atau keju.
  • Lacto Vegetarian

    Tidak mengkonsumsi semua jenis daging (daging merah, daging unggas atau daging ikan) dan telur. Tetapi tetap mengkonsumsi susu.
  • Lacto Ovo Vegetarian

    Tidak mengkonsumsi semua jenis daging tetapi diperbolehkan mengkonsumsi telur atau susu.
  • Pesca Vegetarian

    Tidak mengkonsumsi daging merah atau daging unggas tetapi diperbolehkan tetap mengkonsumsi telur, susu dan daging ikan.
  • Flexitarian

    Merupakan tingkatan yang banyak memberikan kelonggaran karena jenis ini masih boleh mengkonsumsi daging dan produk olahannya sekali-kali.
  • Frutarian

    Hanya makan buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan yang kaya vitamin E dan berguna untuk kecantikan kulit dan membuat awet muda.
  • Raw Foodist

    Hanya mengkonsumsi makanan mentah, karena proses memasak dianggap dapat merusak hal alami yang ada.
Keputusan untuk menjadi vegetarian atau tidak merupakan keputusan sendiri yang dapat Anda pikirkan dengan mempertimbangkan manfaatnya maupun kesulitannya.


Sumber : http://kumpulan.info/

Kamis, 03 Mei 2012

Jenis/Macam Vegetarian (Aliran Vegetaris)

Vegetarian tidak semuanya sama karena ada macam-macam atau jenis-jenis vegetarian yang pada dasarnya merupakan aliran yang meninggalkan makanan hewani seperti daging, daging, ikan, ayam, udang, dan sebagainya. Berikut ini adalah aliran pada vegetarian yang tersebar di berbagai belahan dunia beserta definisi/pengertian singkat :

1. Vegan
Vegan adalah kelompok vegetarian yang anti makanan dan minuman yang mengandung hewani seperti orang islam yang anti makanan mengandung anjing dan babi. Kaum vegan tidak mengkonsumsi madu, royaljeli, yogurt, sarang burung walet, dan lain sebagainya.

2. Vegetarian Ovo
Ovo-vegetarian adalah jenis vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi telur.

3. Vegetarian Lacto
Lacto-vegetarian adalah jenis vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi susu. Vegetarian ini tidak makan bawang bombay dan bawang putih.

4. Vegetarian Lacto-Ovo
Lacto-Ovo vegetarian adalah jenis vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi telur, susu dan produk olahannya seperti yoghurt, keju, butter milk, dan produk turunan susu & telur lain.

5. Vegetarian Pesco
Pesco-vegetarian adalah vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi ikan serta produk turunannya.

6. Vegetarian Pollo
Pollo-vegetarian adalah vegetarian yang tidak makan minum yang mengandung hewani tetapi tetap konsumsi makanan mengandung unggas seperti ayam, bebek, burung dara, dan sebagainya. Jenis vegetarian ini kadang sekali-kali makan daging-dagingan, unggas-unggasan, ikan-ikanan, dan makanan minuman hewani lain jika ada acara tertentu.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.


Sumber :  http://organisasi.org/

Jumat, 20 April 2012

Di Mars, Lebih Baik Jadi Vegetarian

Pat Rawlings/NASA
 
KOMPAS.com - Kolonisasi Mars telah direncanakan sejak saat ini. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menargetkan, pada tahun 2030, manusia bisa mendarat di Mars. NASA sebagai pelaksanan misi juga telah menjalin kerja sama dengan SpaceX, perusahaan milik space enterpreneur Elon Musk, untuk mengembangkan kendaraan menuju planet merah itu.
Salah satu hal yang dipertimbangkan berkaitan dengan misi ke Mars adalah soal makanan. Jika makanan harus dikirim dari Bumi, pastinya biayanya sangat mahal karena ongkos transportasi. Sementara, sejauh ini belum ada hasil riset yang mengatakan bahwa tanaman atau hewan ternak bisa dibudidayakan in situ di Mars.
Di antara ketidakpastian, presiden People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), Ingrid E. Newkirk, mengatakan, menjadi vegetarian adalah pilihan terbaik untuk hidup di Mars. Ia mengatakan, menjadi vegetarian bisa memberi kesempatan menikmati hidup lebih lama di Mars dan terhindar dari penyakit.
"Jika visi kolonisasi Mars Elon Musk menjadi kenyataan, hal terakhir yang orang butuhkan adalah penyakit dan kehancuran akibat memakan hewan. Apakah Anda hidup di rumah baru di Mars maupun bertahan di Bumi, menjadi vegetarian adalah cara terbaik untuk menikmati hidup selama mungkin," kata Newkirk seperti dikutip Space.com, Jumat (19/8/2011).
Menyatakan keseriusannya, Newkirk atas nama organisasinya mengirimkan surat ke Elon Musk pada Senin (8/8/2011) lalu. Surat itu menyatakan, "Kita bisa mendapatkan makanan yang benar di biosfer baru kita dengan memastikan bahwa pesawat SpaceX  hanya membawa stok makanan vegetarian dan koloni berkomitmen punya diet non hewan setelah tiba."
Musk pun menanggapi pernyataan Newkirk, namun ia hanya mengatakan bahwa vegetarian mungkin adalah taktik jitu di awal kolonisasi. Ia mengungkapkan, "Saya adalah pendukung pilihan bebas untuk masa depan di Mars. Ini artinya, kemungkinan besar koloni awal Mars memang memiliki diet vegetarian karena keterbatasan lahan dan energi untuk beternak."
Hingga misi astronot di International Space Station (ISS) berjalan puluhan tahun, NASA belum memiliki larangan memakan makanan hewan. Justru, beberapa menu makanan yang diberikan pada astronot ISS berbahan hewan, seperti daging sapi, udang dan ayam.Belum ada pula penelitian bahwa menjadi vegetarian akan meningkatkan survival di luar Bumi.
Tapi, pernyataan Musk ada benarnya. Saat kondisi belum memungkinkan untuk beternak, menjadi vegetarian adalah strategi jitu. Tanaman lebih mudah dibudidayakan daripada hewan. Ketika kondisi sudah memungkinkan dan teknik budidaya ditemukan, seperti di Bumi, vegetarian hanya sebuah pilihan saja.





Sumber : http://sains.kompas.com/read/

Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Refleksi Terhadap Flu Burung

 
Potensi penyebaran influenza avian (juga dikenal sebagai flu avian atau flu burung) adalah salah satu ancaman kesehatan yang paling serius dalam sejarah umat manusia. Penyakit ini menyerang manusia melalui penyembelihan atau memakan hewan yang terinfeksi seperti ayam atau bebek.
 
Konsumsi daging dapat menyebabkan potensi penyebaran flu burung
Influenza telah lama diasosiasikan dengan industri daging. Virus flu pada manusia pertama kali muncul di kota-kota di mana hewan-hewan dijejalkan dalam satu kandang dan disembelih. Sejak tahun 1959, dua puluh empat ledakan penyakit Flu Avian Patogenik Tinggi yang mematikan telah terjadi, semua berasal dari peternakan babi dan unggas, dan pada tahun 1997, epidemi flu dunia nyaris tak terhindarkan sehingga Hong Kong memusnahkan seluruh populasi ayamnya. Mengingat perkembangan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendirikan Jaringan Pengawasan Flu Dunia yang melacak jenis flu baru di peternakan babi dan burung.
Para ilmuwan mengatakan bahwa virus flu avian masa kini harus menjalani sepuluh mutasi khusus untuk bisa menyebabkan epidemi dunia; dan lingkungan yang terbaik untuk mutasi seperti itu adalah di peternakan-peternakan yang memelihara babi, ayam, dan bebek. Babi lebih mudah terkena infeksi baik virus flu manusia maupun burung. Sebenarnya, pada epidemi flu yang lalu, babi berfungsi sebagai “tangki pencampur” untuk mutasi baru yang secara terus-menerus berpindah antara mereka dan manusia. Pada bulan Juli 2005, sebagai contoh, suatu jenis virus yang berasal dari babi muncul di Provinsi Sichuan, China, yang menginfeksi ratusan orang dan membunuh empat puluh orang.
Para ilmuwan telah melacak virus flu burung yang sedang beredar ini sampai ke wilayah Delta Sungai Mutiara di China, suatu daerah dengan sejumlah besar babi, ayam, bebek, dan hewan lainnya yang digunakan sebagai makanan. Dengan sekali hitungan, 134 spesies hewan tersedia untuk dijual di pasar daerah tersebut yang digenangi darah yang mengandung virus serta kotoran. Hewan hidup dijejalkan ke dalam kandang sempit, tanpa makanan dan air dan sering disembelih atau dikuliti hidup-hidup. Lingkungan yang penuh tekanan tinggi ini telah melemahkan sistem kekebalan hewan-hewan lain, dan kombinasi hewan sakit dari berbagai jenis telah memberi peluang kepada virus untuk melintasi spesies secara berulang sampai kepada titik di mana sekarang ini telah menginfeksi 75 spesies.
Menurut Laurie Garret, Anggota Senior untuk Kesehatan Dunia di Dewan Hubungan Luar Negeri dan pengarang yang memenangi Penghargaan Pulitzer atas buku Wabah yang Akan Datang (The Coming Plague), selama manusia tetap berada di bagian akhir rantai makanan hewan yang panjang, virus flu avian akan bermutasi dalam pola rantai makanan ini hingga “skala besar yang semakin sulit untuk dihadapi”.
Sebuah sejarah bencana besar
Para arkeolog yang mempelajari tulang-tulang hewan telah menemukan banyak penyakit berasal dari pengurungan hewan sejak 10.000 tahun yang lalu. Bentuk tulang kaki dari hewan ternak yang hidup pada periode itu banyak yang cacat seperti hewan-hewan yang dikurung, sedangkan manusia yang memelihara mereka mati karena penyakit yang dibawa oleh hewan tersebut seperti TBC, cacar, dan flu. Penyakit yang tidak menjangkiti manusia, seperti penyakit mulut dan kuku muncul pada saat yang sama; penyakit ini telah memusnahkan hewan ternak. Manusia telah tergantung terhadap hewan ternak sebagai makanan mereka, hal ini telah menyebabkan mereka kekurangan gizi, mati akibat kelaparan, dan kerentanan terhadap penyakit. Jadi, secara langsung atau tidak langsung, keterikatan manusia terhadap daging selama berabad-abad telah membawa bencana besar yang lebih buruk daripada perang atau bencana alam yang pernah terjadi.
Sampai dengan hari ini, satu dari tiga orang akan meninggal karena penyakit menular yang kebanyakan berasal dari hewan, dan tiga perempat dari seluruh penyakit yang menyerang manusia berasal dari hewan. Secara kontras, penduduk asli Amerika yang secara tradisional tidak mengurung hewan seperti halnya ras lain, sebenarnya bebas dari penyakit menular sebelum kedatangan bangsa Eropa. Sesudah itu, rangkaian penyakit yang berasal dari hewan yang dibawa dari Eropa dengan cepat telah memusnahkan 90% populasi penduduk asli di benua Amerika.
Secara keseluruhan, di antara sepuluh besar penyebab kematian di negara-negara berkembang adalah penyakit yang berasal dari hewan, dan yang paling utama adalah AIDS. Virus HIV pertama kali muncul dari perdagangan daging monyet dan simpanse. Saat ini, virus HIV telah menginfeksi 65 juta orang dan membunuh 25 juta orang. Para ilmuwan telah memutuskan bahwa virus monyet yang disebut SIV telah berpindah-pindah antara pemburu dan hewan primata setidaknya tujuh kali sebelum menjadi HIV. Hal ini menunjukkan bahwa sejumlah besar perpindahan virus terjadi sebagai akibat dari perburuan. 
Siklus Kekerasan
Metode umum untuk mencegah flu burung adalah dengan membunuh ayam yang membawa penyakit tersebut; karenanya, sekitar 150 juta unggas telah dimusnahkan selama epidemik akhir-akhir ini. Suatu survei yang dikeluarkan PBB menemukan bahwa pembantaian burung biasanya dapat berupa: memukul mereka dengan tongkat dan pipa besi, memasukkan mereka ke dalam kantong plastik kemudian mengubur mereka hidup-hidup di dalam lubang. Dalam sejumlah kasus, bensin dituangkan ke dalam lubang dan membakar hewan tersebut hidup-hidup sebelum mereka dikuburkan. Gas karbon dioksida yang menyebabkan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk atau ditikam serta kematian perlahan juga sering digunakan.
Permainan yang mematikan
Selain peternakan ayam, cara lain agar flu burung bisa menyebar ke manusia adalah lewat perburuan bebek. Bebek adalah pembawa utama flu burung di daerah liar. Ketika para pemburu menembak bebek, maka para pemburu itu menyebarkan virus ke segala hal yang berhubungan dengan bangkai hewan. Sepanjang sejarah, manusia telah menyebarkan penyakit yang berasal dari hewan ke hewan ternak dan manusia lainnya lewat perburuan.
Karena epidemik flu burung, maka beberapa tahun belakangan ini ada banyak negara yang melarang perburuan burung, akan tetapi sebagian besar dari pemburu tetap mengabaikan larangan ini. Sebagaimana seorang pegawai negeri perburuan Lebanon menerangkan, “Para pemburu mungkin tidak mempercayai pemerintah sehingga tidak menganggap serius larangan ini. Mereka tidak menyadari bahwa flu burung telah menjadi masalah kesehatan nasional dan bukan merupakan kegiatan sosial atau ekonomi belaka.”
Flu burung juga telah menyebar lewat perdagangan burung eksotik; beberapa di antaranya telah disita oleh pihak berwenang. Pihak berwenang juga telah menemukan bahwa ayam jantan aduan yang terinfeksi diselundupkan ke luar dari China, dan menurut David Morgan, kepala ilmuwan untuk Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Berbahaya (CITES), “Anda hanya perlu satu spesimen untuk menerobos jaringannya untuk menyebarkan penyakit.”
Masa depan yang lebih cerah adalah mungkin
 
Saat pengurus kesehatan berjuang untuk mengontrol ledakan flu avian yang menguras miliaran dolar ekonomi dunia dan nyawa dari ratusan juta burung maupun manusia; maka kita dapat menyimpulkan bahwa solusi yang lebih cocok selain pembantaian besar-besaran adalah melalui pola makan vegetarian. Saat orang membeli daging di toko dan supermarket, mereka seharusnya bertanya kepada diri sendiri, “Apakah layak mengambil risiko terkena wabah global demi sepotong daging ini?” Dan jika orang tidak menyimpulkan bahwa kunci hukum alam adalah “membunuh atau dibunuh”, maka mereka hanya perlu mengingat anjing, model penjinakan itu. Hanya dengan berbagi makanan dan tempat berteduh dengan anjing, manusia telah mengubah yang tadinya musuh menjadi seorang penuntun, pelindung, dan “teman terbaik”. Betapa akan lebih mudah jadinya berteman dengan hewan-hewan yang jinak seperti sapi, babi, dan ayam! Membunuh hewan-hewan ini untuk makanan merupakan praktik yang primitif dan tidak beradab yang membahayakan kesehatan semua orang di Bumi. Jadi, mari kita berharap bahwa pendekatan yang lebih manusiawi untuk mengatasi masalah flu avian ini akan segera diterima.
Flu Burung:
Panggilan Alam untuk Membangunkan Umat Manusia
Sesuai namanya, flu burung adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditemukan pada burung, tetapi bisa juga menjangkiti beberapa jenis mamalia lainnya. Manusia yang dijangkiti virus flu ini mempunyai gejala penyakit yang sama seperti flu pada umumnya, tetapi flu burung bisa menimbulkan demam hingga mencapai 41 °C (105,8 °F). Selain itu, organ hati juga akan terpengaruh, sel limfa akan menurun, pernapasan menjadi sulit, dan kegagalan organ bisa terjadi. Oleh karena itu, flu burung dapat menyebabkan kematian. Pandangan mengenai masalah flu burung ini sangat berbeda-beda; ada yang menganggap bahwa masalah ini merupakan sebuah ancaman, yang lain menganggap situasinya terlalu dilebih-lebihkan oleh perusahaan obat dengan tujuan untuk meraup keuntungan yang besar; ada juga pihak yang mengatakan bahwa fenomena ini merupakan semacam panggilan untuk menjadi vegetarian. Mungkin setiap kelompok mempunyai sisi kebenarannya, akan tetapi isunya perlu ditelaah lebih lanjut.
Pertama-tama, sangat penting untuk dimengerti bahwa virus yang tidak kelihatan ini adalah sesuatu yang sangat kecil di luar imajinasi kita. Jika seseorang menulis sebuah titik dengan sebuah pena, titik itu dapat mengakomodasi ratusan juta virus! Dan juga, virus sudah ada jauh sebelum manusia ada dan sudah berkembang seperti manusia untuk bertahan hidup terhadap segala perubahan kondisi dan berjuang untuk keberadaannya. Ilmuwan menyebut proses ini sebagai “mutasi”, seakan-akan virus itu muncul secara tiba-tiba dan otomatis. Pada kenyataannya, bagaimanapun, secara sadar organisme ini telah berevolusi. Dan selama manusia terus mengabaikan keberadaan kesadaran dalam tumbuhan, hewan, dan bahkan mikroorganisme; maka kita akan gagal menemukan solusi efektif terhadap masalah yang disebabkan oleh virus ini.
Dalam memandang isu mengenai flu burung ini, seseorang pertama-tama harus mengerti mengapa virus itu ada. Seperti bakteri dan organisme mikroskopis lainnya, mereka hidup bersama dengan manusia untuk saling bertahan hidup. Sistem pencernaan kita, dari mulut ke usus,  terisi oleh bakteri dan virus yang hidup secara diam-diam di berbagai organ, termasuk kulit dan saraf. Jadi, pada dasarnya manusia sudah dipenuhi oleh makhluk kecil yang kelihatannya seperti musuh, tetapi mereka pada dasarnya adalah teman yang bisa membantu pencernaan kita supaya dapat berfungsi dengan benar, merangsang sistem kekebalan sehingga kita bisa bertahan di berbagai lingkungan, dan ketika kita meninggal dapat berfungsi sebagai pembuangan sampah yang akan menguraikan tubuh kita, mengembalikan mereka ke bumi dan memurnikan alam. Dengan demikian, mikroorganisme memainkan peranan yang sangat penting dalam metabolisme dan kelangsungan hidup makhluk hidup dan bukanlah sebagai parasit tak berguna yang harus dibasmi.
Di bawah hukum alam, virus menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh dan berkembang, memastikan supaya kehidupan berfungsi secara harmonis. Akan tetapi, ketika umat manusia membawa malapetaka dengan menghancurkan habitatnya, maka virus akan berusaha untuk bertahan di mana mereka dapat diibaratkan seperti pengungsi yang dipaksa untuk berimigrasi. Di dalam kehidupan manusia, sementara imigran generasi pertama berjuang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, generasi baru yang lahir di lingkungan setempat berangsur-angsur tersesuaikan. Sama halnya, sekali virus tersesuaikan di tempat yang baru, maka eksistensinya akan menjadi lebih mudah. Sayangnya, umat manusia pada umumnya terus melakukan kesalahan dan menciptakan masalah hingga taraf di mana virus tersebut menjadi tak dapat dikendalikan.
Sindrom Pernapasan Akut (SARS) adalah contoh yang bagus untuk proses ini. Dalam enam bulan, SARS menyerang 29 negara, menginfeksi 8.400 orang, dan menyebabkan 813 orang meninggal. Asia sendiri menderita kerugian ekonomi sebesar US$  40 juta, serta kerusakan mental dan emosional yang tidak bisa diperkirakan. Sebagai contoh, pasien SARS dan keluarganya dianggap sebagai monster berbahaya yang ditakuti dan dihindari oleh masyarakat umum. Situasi ini bagaikan sebuah skenario tragis terhadap kaum lepra di abad pertengahan dulu!
Ilmuwan dewasa ini menyimpulkan bahwa sepertinya penyebab dari penyakit SARS adalah virus parasit yang dibawa oleh kelelawar, yang kemudian menular ke musang. Manusia turut terinfeksi SARS karena mengonsumsi hewan ini. Hanya sedikit jumlah manusia yang memakan musang, akan tetapi kelakuannya menyebabkan bencana yang luar biasa terhadap umat manusia. Hal ini menunjukkan bahwa gangguan terhadap keseimbangan alam lambat laun dapat menimbulkan akibat yang tidak terbayangkan.
Jika manusia gagal belajar dari kejadian ini dan tidak melakukan tindakan pencegahan yang semestinya, maka akibat dari flu burung ini akan menimbulkan bencana yang jauh lebih besar. Untuk menggambarkan peristiwa ini, ada pepatah yang mengatakan “meminum racun untuk melepas dahaga”. Kata-kata ini mungkin bukanlah suatu hal yang berlebihan. Metode yang sekarang digunakan adalah dengan pembantaian ternak secara massal. Sebagai contoh, di tahun 1997, flu burung yang muncul di beberapa bagian Asia menyebabkan enam kematian  dan menginfeksi delapan belas korban lainnya. Selain  itu, ada sekitar 1,5 juta ayam dimusnahkan dalam waktu tiga hari. Dan tahun ini, setelah flu burung merebak lagi, diperkirakan sekitar 150 juta unggas dimusnahkan dengan dibakar hidup-hidup. Jika Anda pernah terbakar atau kena panas, maka Anda tentunya dapat turut merasakan sakit yang dialami olah makhluk ini. Dengan demikian, ada satu pertanyaan yang muncul: Apakah manusia tidak akan dihukum atas perilakunya sendiri saat melakukan pembunuhan keji seperti itu? Mungkin kita bisa mengabaikan kemungkinan balas dendam dari burung-burung yang mati dalam kebencian ini. Tetapi, bisakah kita mengabaikan kenyataan bahwa virus yang mereka miliki akan dikendalikan oleh insting mereka untuk bertahan hidup dan mencari tempat yang lain? Sekarang kita tahu bahwa babi telah menjadi tempat terjangkitnya virus. Akankah kita terus dengan pembunuhan semacam ini? Setelah kita membunuh semua babi, makhluk apa lagi yang akan menjadi daftar korban berikutnya? Dan jika daftar terus bertambah, akankah daftar itu nantinya akan berakhir pada manusia?
Mungkin sangat sedikit orang yang memberikan pertimbangan mendalam mengapa ada begitu banyak ternak tidak berdosa yang harus dibunuh. Untuk menurunkan harga daging, industri peternakan modern menaruh  begitu banyak hewan di dalam ruangan yang sangat sempit. Jadi, jika ada salah satu hewan yang jatuh sakit, maka penyakitnya akan menyebar dengan cepat. Dengan demikian, manusia merasa harus menyelamatkan diri mereka sendiri dengan mengorbankan banyak ternak yang tidak berdosa.
Penyakit Sapi Gila, penyakit kaki-dan-mulut pada babi, SARS dari musang, dan flu burung;  semuanya berasal dari penyimpangan manusia terhadap hukum alam, dan sebagai akibat dari banyaknya hewan yang kehilangan nyawa. Manusia adalah penyebab utamanya. Kita membunuh hanya karena ingin memuaskan nafsu kita. Apa yang kita lakukan terhadap makhluk lain, maka akan dilakukan terhadap kita juga. Bahkan seekor virus yang kecil pun mempunyai keinginan untuk bertahan hidup, apalagi seekor hewan! Manusia  mempunyai keinginan untuk hidup sehingga hak asasi manusia dihormati. Hanya saja kita harus meneruskan semangat yang sama untuk segala sesuatu di alam ini, menghormati sang Pencipta dan menghormati segala bentuk kehidupan. Marilah kita memperlakukan hewan sebagai  teman kita dengan menyayangi dan merawat mereka. Sebagai balasannya, mereka akan membayar kita dengan berkah tanpa batas dan kejutan yang menyenangkan. Marilah kita berdoa semoga hari tersebut akan segera datang.



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Vegetarisme di Atas Roda

Vegetarisme di Atas Roda

Berbagi Berita Baik dengan Kendaraan Gerak
Setelah bertahun-tahun melakukan usaha katering serta menyaksikan perubahan dan beragam jenis makanan, saya belum pernah melihat perkembangan yang sepesat kepopuleran makanan vegetarian di musim panas ini. Dua tahun yang lalu, saya menjual bisnis yang saya kelola agar dapat banyak meluangkan waktu untuk berlatih meditasi. Setahun kemudian, saya mendapat panggilan, yang tentunya merupakan pengaturan dari Guru, karena saya kembali melakukan hal yang sama. Namun, kali ini dengan tujuan yang berbeda. Meskipun bisnis itu merupakan suatu cara mencari nafkah agar saya bisa mencukupi kebutuhan hidup yang mendasar, sekarang saya menemukan kebebasan dalam pemikiran bahwa mungkin aspek keuangan tidaklah terlalu penting dibandingkan dengan jumlah orang yang dapat mencicipi makanan vegetarian kami!
Meskipun itu tetap merupakan suatu pekerjaan yang berat, akan tetapi saya menyadari bahwa saya telah diberkahi dengan suatu kesempatan yang begitu luar biasa karena pekerjaan itu memberi suatu arti yang berbeda. Dalam bisnis saya yang baru diperbaharui itu, saya memasang spanduk selebar 20 kaki pada puncak trailer serta Bendera Quan Yin agar dapat dilihat oleh semua orang! Selebaran tentang Supreme Master Television untuk dibagikan kepada para pelanggan juga ditempatkan pada posisi yang mencolok.
Sejak pembukaan kembali, trailer kami telah bernasib baik, di mana ada banyak orang yang antri untuk membeli makanan, meskipun tempat lain yang ada di sekitar kami hanya memiliki sedikit langganan. Orang-orang yang semula tidak bermaksud membeli makanan vegetarian, pada akhirnya datang untuk mencoba makanan di tempat kami. Kami telah mengadakan banyak perbincangan yang mengangkat jiwa dengan masyarakat umum dan menemukan bahwa sejumlah orang sedang mencari jalan untuk beralih ke pola makan vegetarian.
Kami selalu menyambut orang yang sampai ke trailer kami, dan mereka sama sekali tidak memperhatikan bahwa kami sebenarnya menjual makanan vegetarian. Orang-orang tersebut selalu setujui untuk mencoba makanan vegetarian dan tak satu pun pelanggan yang kecewa, dan pada kenyataanya, kami sering melihat mereka kembali lagi untuk membeli makanan kami.
Secara umum, permintaan untuk makanan vegetarian dalam usaha katering bermobil telah maju dengan amat pesat. Meskipun pada saat festival, trailer kami selalu menjadi sangat populer, kami belum pernah melihat jumlah orang yang sekarang mencari dan berbicara tentang cara yang lebih penuh kasih dan lebih sehat untuk hidup dan makan.
Atas kasih, berkah, dan rahmat Guru, ini merupakan waktu yang menakjubkan ketika kita memasuki Zaman Keemasan. Kami sangat berterima kasih kepada Guru dan berjanji untuk lebih berusaha keras dibandingkan dengan sebelumnya untuk mempromosikan vegetarian kepada orang sebanyak mungkin melalui makanan kami.

Catatan penulis:
Seandainya ada orang lain yang ingin menjual makanan vegetarian, saya ingin memberitahukan bahwa apa yang telah kami lakukan di sini telah terlaksana hanya bermodalkan sebuah trailer. Kami hanya membutuhkan biaya sekitar  £5.000, dan siapa pun bisa membelinya. Meskipun untuk memasuki tempat festival agak mahal, ada banyak tempat lain yang mungkin mengizinkan Anda untuk menjual makanan dengan lebih bebas seperti pasar, pekan raya buku, tempat parkir dari pusat perbelanjaan, stasiun angkutan umum, atau area perkantoran di daerah Anda. Anda bisa mempersiapkan makanan di trailer dan membawanya untuk makan siang mereka. Ada banyak acara di luar gedung yang berlangsung sepanjang musim panas di Inggris dan secara pasti juga dapat dilakukan di negara lain.
Membuat trailer terlihat menarik dan penuh warna dengan rancangan iklan yang jelas adalah penting. Begitu Anda telah membeli dan menghiasi trailer itu, Anda hanya perlu untuk mendaftar pada kantor departemen kesehatan setempat, dan mereka akan datang dan memeriksa apakah Anda menuruti peraturan mereka. Dengan cara ini dan mungkin beberapa hal lainnya, Anda bisa mulai keluar dan membiarkan orang tahu tentang semua makanan yang lezat yang dapat mereka konsumsi tanpa menyebabkan penderitaan kepada hewan yang merupakan teman kita!
Beribu-ribu terima kasih kepada Guru atas semua yang telah Beliau lakukan.



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Vegetarisme: Sebuah Kecenderungan di Kawula Muda

Pada tahun-tahun belakangan ini, sebuah kecenderungan yang berkembang terhadap vegetarisme dan veganisme di antara kawula muda telah muncul karena meningkatnya kesadaran mereka akan kesehatan, lingkungan, dan kasih sayang terhadap hewan.
Menurut hasil poling yang dilakukan oleh peneliti independen Harris Interactive baru-baru ini, jumlah kawula muda yang vegetarian di Amerika Serikat telah meningkat 70% hanya dalam beberapa tahun terakhir. Survei lain yang diadakan oleh sebuah organisasi nirlaba yang dipersembahkan untuk mendidik publik tentang vegetarisme, menyatakan bahwa 0,5% dari seluruh anak Amerika Serikat yang berumur 6-17 adalah vegan.
Walaupun beberapa orangtua mungkin pada permulaannya bingung tentang bagaimana menyiapkan makanan vegetarian, akan tetapi ada banyak keluarga yang melaporkan bahwa memiliki anak yang vegetarian dapat memperbaiki kebiasaan makan seluruh keluarga dengan cepat, dan beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka berharap dapat mengubah pola makan mereka segera.
Dikarenakan makin meningkatnya kemudahan untuk memperoleh makanan vegetarian pada 10 tahun terakhir ini, banyak keluarga yang mempunyai anak vegetarian melaporkan bahwa sekarang sudah jauh lebih mudah untuk mendapatkan makanan vegetarian untuk anak-anak seperti susu kedelai, sayuran, dan burger vegetarian di toko pangan. Menurut seorang ahli diet yang telah terdaftar dan ibu dari dua vegetarian remaja, “Setiap tahun sepertinya bertambah mudah. Ini bukan hanya toko pangan. Semakin banyak sekolah, kampus, dan perguruan tinggi yang telah menambahkan pilihan vegetarian pada menu mereka, demikian juga pada banyak jaringan makanan cepat saji dan restoran keluarga.
Tentu saja, dugaan yang cukup beralasan bahwa seorang anak yang memilih untuk menjadi seorang vegetarian dapat merupakan pengaruh positif pada seluruh keluarga. Menurut hasil survei yang diadakan oleh Pengarsipan Obat untuk Kesehatan Anak dan Remaja baru-baru ini, bila 4.746 anak remaja vegetarian Minnesota dibandingkan dengan teman imbangannya yang tidak vegetarian, kaum muda vegetarian lebih memenuhi standar pemerintah untuk konsumsi lemak secara keseluruhan, lemak jenuh, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
Tapi, dapatkah seseorang mendapatkan protein yang cukup dari pola makan vegetarian? Beberapa teman dan anggota keluarga yang ingin tahu boleh mengajukan pertanyaan ini pada orangtua dari para vegetarian baru ini. Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perawatan, dan perbaikan jaringan tubuh, tapi banyak orang yang terheran- heran saat mengetahui bahwa kebutuhan protein tubuh sebenarnya jauh lebih sedikit daripada apa yang dikonsumsi oleh rata-rata orang yang tidak vegetarian. Bahkan untuk mereka yang membutuhkan protein lebih dari orang lain pada khususnya, seperti atlet dan wanita yang hamil atau menyusui, hanya dengan porsi ekstra kacang polong, tahu, daging tiruan atau makanan berprotein tinggi lainnya, sudah dapat membantu memenuhi kebutuhan yang melebihi rekomendasi harian yang dibutuhkan.
Menanggapi perhatian publik, sebuah tinjauan kepustakaan ilmiah dari Asosiasi Diabetes Amerika 2003 menyimpulkan bahwa pola makan vegetarian dan vegan yang direncanakan dengan baik sangat cocok untuk segala usia. “Pola makan vegetarian dapatlah sangat sehat jika dilakukan dengan pandai,” kata Elizabeth Turner, editor eksekutif dari Majalah Times berbasiskan Vegetarian dari Los Angeles. Dan Myrtle McCulloch, seorang asisten profesor untuk nutrisi dari Departemen Kesehatan Internasional Universitas Georgetown di Washington, juga menyetujuinya. Nasihatnya untuk para orangtua dari para vegetarian, khususnya para vegan, agar memastikan mereka mendapatkan vitamin B12 yang cukup, dan menyarankan produk kedelai seperti tahu dan susu kacang kedelai sebagai sumber yang sangat baik dari nutrisi ini. Kepada para orangtua dengan anak-anak yang menyatakan ketertarikannya untuk menjadi vegetarian, dia menasihati, “Hormatilah keinginan anak kalian.”
Sebagai penutup, semakin banyak anak muda yang beralih ke jalur vegetarian berdasarkan kasih dan bangkitnya kesadaran, mereka menyediakan dasar yang tepat untuk generasi yang akan datang dan dunia ini untuk suatu hari menjadi sepenuhnya vegetarian.



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Pola Makan Vegetarian Dapat Membantu Ketenteraman Dunia


“Daging adalah penyebab dari semua perang dan penderitaan di dunia ini. Hanya dengan berhenti makan makanan berdaging, telah cukup untuk menyelamatkan dunia ini dan juga kesehatan Anda sendiri serta kesehatan negara Anda. Menghindari makan daging berarti memberi sumbangan terhadap kedamaian di planet ini.”
~ Maha Guru Ching Hai
Dalam tahun-tahun belakangan ini, meningkatnya kesadaran akan cinta kasih terhadap hewan, kepedulian terhadap penyakit yang berhubungan dengan daging seperti “sapi gila” dan penyakit jantung, dan berkembangnya produk vegetarian di pasaran dewasa ini, telah menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk mengurangi atau sama sekali berhenti mengonsumsi daging. Karena itu, di banyak negara seperti Amerika Serikat, industri makanan vegetarian sedang berkembang pesat.  Karena pasaran untuk produk vegetarian melonjak, barang-barang seperti susu kedelai dan burger vegetarian semakin banyak terlihat di toko-toko terkemuka dan restoran cepat saji.  Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini oleh Mintel International Group  (sebuah perusahaan penelitian di Inggris) menemukan bahwa dari tahun 1998 – 2003, penjualan eceran makanan vegetarian dan produk alternatif susu berkembang 113 % menjadi 1,6 miliar dolar AS.  Data Statistik ini sudah cukup bercerita, karena seperti yang dikatakan oleh  Maha Guru Ching Hai, Amerika sejak dulu telah menjadi pemimpin dunia dalam konsumsi daging per kapita: “Amerika memiliki tingkat penderita kanker yang paling tinggi di dunia karena orang-orang Amerika sangat banyak makan daging sapi. Mereka makan lebih banyak daging dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Tanyakanlah pada diri Anda mengapa orang China atau negara-negara komunis tidak memiliki tingkat penderita kanker sedemikian tinggi. Mereka tidak makan daging sebanyak yang dimakan oleh orang-orang Amerika. Itulah yang disimpulkan oleh penelitian tersebut.”
Cinta Kasih Merupakan Sebuah Faktor dalam Menghindari Daging
Sehubungan dengan motivasi perorangan dalam peningkatan penjualan makanan vegetarian, Debra Wasserman dari Vegetarian Resource Group dari Amerika, berkata, ”Toko swalayan berpikir bahwa orang-orang membeli makanan vegetarian untuk alasan kesehatan, tetapi bagian terbesar dari calon pembeli – penggerak vegetarian - adalah mereka yang mendukung hak asasi hewan.” Karena itu,  di samping kesehatan, cinta kasih terhadap makhluk hidup merupakan pendorong utama dalam perkembangan banyaknya konsumsi makanan vegetarian. Wasserman juga menyatakan bahwa gerakan hak asasi hewan muncul di awal tahun 1980–an, sehingga makanan vegetarian dan vegan (sama sekali bebas daging dan produk susu) yang menekankan cinta kasih terhadap hewan, memiliki daya tarik khusus bagi anak muda. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa produsen makanan utama sangat mengerti akan kecenderungan ini: “Banyak hasil produk vegetarian dan vegan ini di produksi oleh perusahaan produsen ayam atau semacamnya. Mereka mengerti akan gerakan ini dan tahu bahwa anak muda adalah masa depan.”
Seperti yang telah disinggung di atas, di samping kesejahteraan hewan, kepedulian akan kesehatan juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi berkembangnya konsumsi makanan vegetarian. Sekalipun motivasi seorang konsumen adalah untuk kesehatan yang baik, pilihan mereka akan makanan bebas-daging tetaplah memberi manfaat terhadap hewan. Seperti yang ditegaskan oleh Bruce Friedrich, wakil dari kelompok People for the Ethical Treatment of Animals, tidak ada kerugian  jika motivasinya utamanya berupa kesehatan daripada masalah hak asasi hewan, karena menghindari makan daging akan memberi manfaat bagi hewan, apa pun alasannya: ”Dari sudut pandang kami, jika orang-orang dipengaruhi oleh kesehatan sehingga mengurangi konsumsi ikan dan daging, itu akan menolong hewan. Jika dua orang mengurangi setengah dari konsumsi daging mereka, itu telah membantu, seperti halnya satu orang telah menjadi vegetarian penuh."
Kepedulian akan Kesehatan sebagai Pendorong
Sampai pertengahan 1990-an, perubahan menuju konsumsi makanan vegetarian berjalan lambat, tetapi dengan meningkatnya bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pola makan berkadar lemak tinggi sebagai penyebab utama penyakit jantung koroner, banyak orang mulai mengevaluasi kembali kebiasaan makan mereka. Di samping masalah yang berhubungan dengan jantung, kecemasan tentang “penyakit sapi gila” yang menyerang tubuh manusia (bovine spongiform encephalopathy) dari sapi yang tercemar, juga telah meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini. Semua ini telah menyebabkan penurunan konsumsi daging merah. Beberapa konsumen mengganti daging merah dengan daging ayam, babi atau ikan, sementara yang lain menggantinya dengan  protein sayuran (kedelai), gluten, dan produk-produk sejenisnya. Peralihan ke semi-vegetarian ini  (disebut  ‘fleksitarian’ oleh media) telah menjadi motor penggerak utama pasar makanan vegetarian. Seperti pada  vegetarian murni, sejumlah besar fleksitarian dimotivasi oleh perkembangan data medis yang menunjukkan manfaat kesehatan yang diperoleh dengan mengonsumsi produk-produk vegetarian.  Karena itu, seperti yang dikatakan oleh Suzane Hobb, profesor ahli gizi pada University of North Carolina, bahwa pertumbuhan konsumsi makanan vegetarian disebabkan oleh meningkatnya pemahaman penduduk akan hubungan pola makan dengan penyakit: “Apakah kalian membuat sebuah komitmen untuk makan makanan vegetarian secara ketat atau tidak, mengurangi ketergantungan pada daging adalah sesuatu yang diketahui oleh banyak orang sebagai sesuatu yang harus mereka lakukan."
Perkembangan Masa Depan yang Tidak Dapat Dihindari
Banyak produk makanan vegetarian yang populer dewasa ini berorientasi pada semboyan makanan sehat dan alami. Masuknya produsen-produsen besar makanan tradisional seperti Kraft, ConAgra, General Mills, Dean Food dan Kellogg’s ke dalam pasar, telah membuat peningkatan yang berarti dalam penjualan eceran pasar swalayan besar, berkat kapasitas yang besar dari perusahaan-perusahaan ini untuk pengembangan, distribusi, dan pemasaran.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang bergabung, masa depan terlihat cerah bagi pertumbuhan industri makanan vegetarian. Pada kenyataannya, perusahaan peneliti pasar Mintel’s Global New Products Database melaporkan bahwa total penjualan eceran produk makanan vegetarian meningkat antara 20 % dan 40 % setiap tahunnya selama lima tahun belakangan ini. Pada tahun 1996, penjualan eceran makanan vegetarian di AS berjumlah 3,1 juta dolar; dan di tahun 2001  penjualan melonjak menjadi 1,25 miliar dolar, dan Mintel memprediksikan bahwa penjualan akan mencapai 2,8 miliar dolar di tahun 2006.
Lebih jauh lagi, Vegetarian Resource Group melaporkan bahwa 4,8 juta orang Amerika – 2,5% dari populasi orang dewasa – menganggap diri mereka sebagai vegetarian dan hampir 1,7 juta adalah vegan.  Hasil pemungutan data lainnya menunjukkan bahwa  lima sampai sembilan persen dari orang dewasa Amerika – 9,7 juta sampai 17,4 juta adalah “hampir vegetarian”  yang memakan sedikit daging, unggas atau ikan, dan 38,6 juta sampai 48,2 juta orang Amerika lainnya – 20% sampai 25% dari populasi adalah “cenderung vegetarian”, memakan empat atau lebih santapan tanpa daging setiap minggunya.
Data ini menunjukkan bahwa penduduk Amerika Serikat sesungguhnya mulai mengikuti nasihat Maha Guru Ching Hai tentang pengurangan konsumsi daging dan karena hal itu dapat menenteramkan dunia: “Untuk semua alasan kesehatan, kita seharusnya menjadi vegetarian. Untuk semua alasan ilmiah, kita seharusnya menjadi vegetarian.  Untuk semua alasan ekonomis, kita seharusnya menjadi vegetarian. Untuk semua alasan cinta kasih, kita seharusnya menjadi vegetarian. Demikian juga, untuk menyelamatkan dunia, kita seharusnya menjadi vegetarian. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa jika orang-orang di Barat, di Amerika, makan vegetarian sekali dalam seminggu, kita akan dapat menyelamatkan enam belas juta orang yang kelaparan setiap tahunnya. Karena itu, jadilah seorang pahlawan, jadilah seorang vegetarian. Bahkan jika Anda tidak mengikuti saya atau tidak berlatih metode yang sama, tolonglah untuk menjadi seorang vegetarian demi kebaikan Anda sendiri, demi kebaikan dunia ini.”



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Pola Makan Vegetarian dalam Perjalanan Ruang Angkasa

Makanan memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang kesehatan para astronaut. Pola makan yang direncanakan dengan baik serta menu yang bervariasi adalah hal yang penting dalam misi ruang angkasa jangka panjang karena pola makan yang monoton dapat menimbulkan masalah psikologis dan masalah penurunan berat badan yang serius sebagaimana yang telah dialami oleh beberapa angkasawan dalam stasiun ruang angkasa Mir.
Dalam misi mereka yang baru-baru ini di dalam Space Shuttle (Pesawat Ulang-Alik), para astronaut memakan makanan yang ditanam dan dibuat di bumi. Jumlahnya terbatas sekitar 4 pon  per orang per hari karena misi mereka relatif lebih singkat. Tetapi, untuk perjalanan ruang angkasa yang berjangka panjang seperti misi penerbangan ke Mars, maka persiapan dan penyimpanan makanan menjadi suatu tantangan yang besar. Perjalanan ke Mars memakan waktu enam bulan sekali jalan. Jika kita menghitung tambahan waktu yang diperlukan para astronaut untuk tinggal dan melakukan penelitian di Mars, maka mereka akan memerlukan total waktu dua tahun. Dengan menghitung berdasarkan 4 pon per hari, secara keseluruhan mereka akan membutuhkan lebih dari 17.000 pon makanan untuk 6 orang awak kapal.
Untuk mengurangi biaya yang sangat mahal dalam membawa atau meluncurkan makanan yang terbungkus, jawaban yang pasti adalah dengan menumbuhkan makanan di atas pesawat dan juga di Mars selama misi tersebut. Karena itu, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana menumbuhkan sayuran dan tanaman lainnya di ruang angkasa. Tanaman yang ditumbuhkan di ruang angkasa akan menggunakan cara hidroponik, ditumbuhkan dalam campuran air dan nutrisi; dan bukannya di tanah.
Memelihara tanaman dan sayuran di atas pesawat selama perjalanan jangka panjang dapat dilakukan, tetapi tidaklah demikian halnya dengan memelihara hewan untuk mendapatkan daging dan produk susu. Karena untuk memelihara hewan, tidak hanya memerlukan ruang yang sangat besar, tetapi juga membutuhkan lebih banyak sumber daya yang melebihi apa yang bisa disediakan oleh pesawat atau stasiun ruang angkasa. Sebagai contoh, untuk menghasilkan 1 pon daging sapi dibutuhkan sekitar 10 pon jagung. Memelihara hewan di atas pesawat juga akan menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar. Karena itu, sangatlah penting untuk beradaptasi terhadap konsumsi makanan vegetarian dalam perjalanan ruang angkasa jangka panjang.
Dalam suatu penelitian selama tiga tahun yang dibiayai oleh NASA dan dilaksanakan oleh para ilmuwan di Universitas Cornell di New York, telah dikembangkan 200 resep makanan untuk para astronaut yang terutama terbuat dari bahan makanan vegetarian seperti gandum, beras, kacang kedelai, dan sayuran. Lagi pula, semua bahan utama tersebut dapat ditumbuhkan secara hidroponik dalam rumah kaca yang diberikan cahaya buatan dengan suhu yang diatur. Hanya sekitar 10 persen dari kalori makanan tersebut berasal dari bahan yang diproduksi di Bumi yang di antaranya meliputi lemak, pemberi aroma, dan bermacam-macam makanan non-vegetarian atau makanan yang menggunakan produk susu yang kebanyakan digunakan sebagai bumbu, serta sedikit kemewahan seperti cokelat. Tujuan dari penelitian tersebut tidak hanya untuk membuat makanan di ruang angkasa menjadi penuh nutrisi, tetapi juga enak dan sedapat mungkin mirip dengan makanan di Bumi.
Resep tersebut dicoba oleh 16 orang sukarelawan yang hanya mengonsumsi makanan vegan selama 30 hari. Hasilnya adalah positif. Selain menu lezat yang meliputi hidangan seperti ‘seitan taco’ yang diberi selada air dan tomat yang dibubuhi dengan keju yang dibuat di Bumi, wortel yang dipotong memanjang, tempe sloppy joe, saus pesto kemangi dengan kacang kedelai, pasta primavera dan tofu cheesecake (kue keju yang terbuat dari tahu), kesangsian akan kesehatan dan nutrisi dari makanan tersebut juga telah terjawab. Salah seorang sukarelawan tersebut merasa lebih baik setelah mengonsumsi makanan vegetarian selama 30 hari dan berjanji untuk terus mengonsumsi makanan vegetarian setiap hari.
Selain itu, beberapa ilmuwan menyadari pentingnya meneliti nutrisi pada makanan vegetarian karena masalah kesehatan dalam perjalanan ruang angkasa juga dialami oleh orang-orang di Bumi. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang ilmuwan, “Sangatlah jelas bahwa makanan para astronaut sebagian besar adalah makanan vegetarian. Makanan yang berasal dari tumbuhan sangat kaya akan kalsium dan mengandung antioksidan yang tinggi. Makanan yang memberikan energi tinggi inilah yang akan dipilih.” Karena itu, jelaslah bahwa untuk mengatasi masalah kesehatan para pelancong ruang angkasa, penemuan yang berasal dari penelitian nutrisi makanan vegetarian juga akan bermanfaat bagi mereka yang tinggal di bumi.
Pada kenyataannya, ada beberapa astronaut yang bervegetarian. Letkol Timothy J. (TJ) Creamer, astronaut NASA dan calon Mission Specialist adalah seorang vegetarian. astronaut Kalpana Chawla yang tewas dalam pesawat Columbia pada tahun 2003 adalah seorang vegetarian penuh. Dr. Janice Voss, seorang astronaut aktif lainnya yang telah mempunyai jam terbang di luar angkasa selama 900 jam, juga seorang vegetarian. Para pakar yang terlatih tersebut telah menunjukkan kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap pelatihan astronaut yang keras. Bagi mereka, makanan tanpa daging dalam perjalanan ruang angkasa jangka panjang adalah sealami makanan sehari-hari mereka.
Tetapi, beralih ke pola makan vegetarian mungkin tidaklah sesulit yang dipikirkan oleh sejumlah orang. Bagi para peserta penelitian, mereka mengatakan bahwa itu hanyalah semata-mata menciptakan kebiasaan baru terhadap cita rasa yang berbeda. “Sebagai contoh, kami telah memperhatikan bahwa tak seorang pun yang menyukai pengganti produk susu kami, seperti susu kedelai atau susu beras, selama uji coba pencicipan. Tetapi, para peserta menjadi terbiasa dengan pengganti produk susu itu dan menerimanya dengan baik saat mereka mulai memakannya secara teratur,” kata Jean Hunter, guru besar madya di bidang pertanian dan rekayasa biologis di Cornell yang memimpin proyek pola makan vegetarian.
Bumi ini sendiri dapat diumpamakan sebagai sebuah kapal ruang angkasa dalam perjalanan berjangka panjang, yang memiliki sumber daya yang terbatas. Karena itu, melaksanakan pola makan vegetarian di atas ‘pesawat ruang angkasa -- Bumi’ ini sangatlah penting demi alasan-alasan praktis sebagaimana juga demi alasan kasih, terutama karena masalah kelaparan dan polusi lingkungan secara efektif dapat dihilangkan jika setiap orang menjadi vegetarian. Tetapi, dengan berkah dari Guru, bersamaan dengan usaha yang terus-menerus dari para rekan sepelatihan serta organisasi vegetarian lainnya, maka ada lebih banyak orang yang memahami akan pentingnya pola makan vegetarian.
Referensi



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Medan Magnet Makanan


Disampaikan oleh  Maha Guru  Ching Hai, Kaohsiung, Formosa,  10 Januari 1990
(Asal bahasa China) Kaset Video No. 109
Apa pun agama atau kepercayaan kita, kita semua tahu bahwa hewan memiliki jiwa karena mereka dapat bergerak menurut kehendak mereka sendiri. Setiap makhluk hidup yang dapat bergerak dengan sendirinya, memiliki kehendak untuk bergerak dan memiliki pikiran yang memberikan perintah untuk bergerak, berhubungan dengan makhluk hidup lainnya, memperoleh banyak pengalaman dan mengembangkan kecerdasannya, semuanya itu  menghasilkan keterikatan. Ketika makhluk itu menjadi terikat dengan kecerdasan dan kumpulan pengalaman mereka, mereka menjadi terikat secara emosional dengan hidup dan takut akan kematian. Karena mereka ingin hidup lebih lama, mendapatkan semakin banyak pengalaman, kegiatan, dan kesempatan untuk membuat pertalian dan belajar dari makhluk-makhluk lain, maka hati mereka dipenuhi oleh rasa cinta akan kehidupan, takut akan kematian, dan perasaan benci, kebaikan, dan rasa syukur.
Jika kita mengonsumsi hewan, kita secara tidak sadar memasuki medan magnet mereka, yang tercermin dari keinginan yang kuat untuk hidup dan kecemasan akan kematian. Kita terjebak, seperti ketika kita menginjak lem dan kaki kita menempel dan tidak dapat bergerak. Menginjak pasir tidak masalah, karena tidak menempel. Masing-masing memiliki kualitas yang berbeda. Tetapi, bila kita menginjak kualitas hewan yang terikat dengan kehidupan dan takut akan kematian, medan magnet mereka yang penuh kebencian melekat pada jiwa kita, menjebak kita, menekan kita, dan mengurangi kebebasan kita.
Tumbuhan tidak akan bergerak tanpa ditiup angin sehingga mereka memiliki lebih sedikit pengalaman dan kecerdasan. Dengan kesadaran tingkat rendah ini, mereka juga menjadi kurang terikat. Bagi tumbuhan, masalah mati dan lahir kembali bukanlah masalah menyeramkan karena mereka memiliki pengalaman dan keterikatan yang lebih sedikit. Lain halnya dengan hewan, mereka mempunyai lebih banyak pengalaman sejak mereka dapat bergerak atas kehendaknya sendiri. Contohnya, seekor anjing mungkin pergi mencari kekasih, dan berputar-putar keesokan harinya, dan berpikir, “Wah! Yang ini lebih cantik daripada yang dulu! (Guru dan hadirin tertawa.) Keterikatan tumbuh dari kejadian-kejadian seperti itu yang menyebabkan mereka melekat kepada kehidupan. Di bawah pengaruh fenomena-fenomena ini, semua hewan akan menyukai kehidupan dan takut akan kematian. Tetapi, hal ini tidak terjadi pada tumbuhan karena pengalaman yang mereka miliki terlalu sedikit. Jadi, ketika kita mengonsumsi tumbuhan, medan magnet mereka tidak melekat kepada kita.
Oleh karena itu, kita tidak bisa bilang bahwa tumbuhan dan hewan sama saja. Jika seperti itu, sama saja seperti berkata bahwa makan permen karet, pasir, dan batu adalah sama, dan hal itu tidak benar. Pasir dan batu tidak menempel saat kita injak; hanya permen karet yang menempel. Masing-masing memiliki kualitas yang berbeda, sehingga kita tidak bisa mengatakan hewan sama saja dengan tumbuhan. Mereka benar-benar berbeda. (Tepuk tangan) Kita dapat mengerti hal ini lewat pengamatan. Bukan karena Guru Ching Hai berkata demikian, atau Bodhisatwa  berkata demikian sehingga kita jadi mengerti. Kita mengetahui hal ini hanyalah dengan pengamatan; sangat sederhana dan masuk akal.
Semua yang ada di alam semesta memiliki kualitas yang berbeda. Jadi, ketika kita memilih pola makan, tentu saja, kita harus memilih makanan yang lebih sedikit menjadi beban untuk kita dan memudahkan kita berlatih dan maju lebih cepat. Hanya dengan demikian kita tidak akan terikat atau tertarik turun oleh medan magnet yang sangat berat.



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Bolehkah Mengonsumsi Susu?


Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, New York, Amerika Serikat, 4 Agustus 1999
(Asal bahasa Inggris)
Saya tidak mengatakan, “Tanpa susu,” hanya tanpa daging, tanpa telur, dan tanpa apa pun yang berasal dari pembunuhan hewan. Tapi, dengan susu dan produk-produk susu, Anda tidak harus membunuh untuk mendapatkannya. Hanya saja saya sendiri jarang menggunakannya.  Jadi, bila orang bertanya kepada saya, haruskah mereka menggunakannya karena mereka merasa tidak nyaman, maka saya berkata, “Itu terserah Anda.” Saya sendiri tidak begitu suka susu karena cara susu itu diambil. Tetapi, di beberapa tempat seperti India, mereka mengambil susu dari sapi dengan cara yang sangat manusiawi dan sangat normal.
Juga, kalau Anda tidak minum susu sapi, kadang-kadang terlalu banyak susu membuat sapi menderita, kesakitan. Tetapi, cara orang mengambilnya dengan mesin, dan mereka memberi makan dan kemudian mengurungnya: Saya tidak suka itu.  Di kebanyakan negara industri, mereka mengurung sapi dan memaksanya untuk makan berbagai bahan kimia agar menghasilkan lebih banyak susu. Atau mereka memaksa dan memberi obat-obatan supaya sapi itu menghasilkan lebih banyak susu. Lalu konsekuensinya adalah tulang mereka menjadi rapuh dan sapi-sapi itu nyaris tidak bisa menopang tubuhnya.  Banyak sapi di Amerika Serikat, usus mereka jatuh, perut mereka jatuh, dan sapi-sapi itu hampir tidak bisa berjalan karena tulang mereka begitu lemah karena memproduksi terlalu banyak susu. Dan hal itu yang tidak saya sukai. Saya pikir kita tidak seharusnya bertahan hidup di atas penderitaan orang lain, bahkan penderitaan sapi pun.
Saya tidak suka cara tidak manusiawi yang dilakukan orang-orang terhadap sapi. Mereka juga menaruh terlalu banyak bahan kimia ke dalam tubuh sapi untuk membuatnya tumbuh lebih besar dari seharusnya. Dosisnya terlalu berat bagi sapi tersebut, dan ia bisa jatuh sakit. Dan jika organ-organ tubuh sapi itu keluar dari badannya, mereka bahkan tidak memberi pembiusan atau apa pun saat mereka menjahitnya kembali. Mereka hanya melakukan pekerjaan kasar; koboi atau siapa pun bisa datang dan menjahitnya seakan-akan itu adalah hal yang normal. Saya tidak suka segala cara yang tak manusiawi dan tak beradab dalam memperlakukan hewan, seekor hewan yang bermanfaat bagi umat manusia, yang begitu ramah dan begitu lembut.
Itulah sebabnya saat melihat susu, saya tidak ingin meminumnya. Saya tidak suka diingatkan akan kekejaman kita, umat manusia.  Bukan saya fanatik, karena orang masih membutuhkan susu untuk bertahan hidup. Anak-anak membutuhkan susu karena terkadang ibu mereka tidak bisa menyusui. Orang sakit yang terkadang tidak bisa minum atau makan yang lainnya, mereka membutuhkan susu. Saya tidak menganjurkan fanatisme, hanya saja saya tidak suka melihat penderitaan apa pun. Tetapi, susu boleh saja.
Sapi, Ibu Kita yang Kedua
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Florida, Amerika Serikat,
25 Desember 2001 (Asal bahasa Inggris)
Dalam Alkitab, Tuhan berfirman, “Aku ciptakan semua hewan semata-mata untuk membantumu, untuk menjadi temanmu.” Mereka benar-benar membantu kita.  Sapi membantu menyuburkan tanah, dan memberi susu untuk anak-anak yang tidak mempunyai susu ibu, atau memberi susu kepada makhluk apa pun, untuk segala hewan juga, dan mereka memberi susu untuk dibuat keju. Mereka tidak keberatan melakukannya, asalkan dengan cara yang alami, tidak seperti cara sekarang yang menggunakan mesin, begitu menyakitkan. Jadi, saya jarang makan produk susu. Bukannya saya fanatik, tapi saya tidak menyukainya, bahkan sejak dahulu sebelum saya berlatih Metode Quan Yin. Saya jarang minum susu, atau produk susu apa pun. Dan sebenarnya, sapi adalah ibu kedua bagi kebanyakan bayi. Kini, kebanyakan dari kita tumbuh dengan susu sapi, jadi bagaimana bisa Anda membunuh ibu Anda sendiri?
Dahulu, di China, Au Lac, dan Asia, kita terkadang mempunyai ibu kedua seperti itu. Misalkan ada seorang wanita kaya yang  tidak ingin menyusui anaknya karena tidak terlalu nyaman, lalu dia menyewa wanita lain yang juga mempunyai bayi dan memiliki banyak susu sehingga anak-anak mereka berdua bisa minum dari susu itu. Kita menyebutnya inang. Bagaimana bisa Anda membunuh seorang inang seperti itu?  Kita bahkan menyebutnya sebagai ibu kedua, atau ibu asuh. Jadi, bagaimana bisa Anda melakukannya? Di negara kami, kami sangat berterima kasih kepada ibu semacam ini. Kami menyebutnya bukan inang atau ibu susu, tetapi ibu Tuhan, ibu angkat, atau ibu asuh. Dan kita juga menaruh hormat kepada ibu kedua ini. Jadi, sama halnya jika kita melakukan hal itu terhadap sapi-sapi, seolah-olah Anda membunuh ibu yang memberikan Anda susu. Jadi, mengherankan bagaimana orang bisa melakukan hal itu. Sungguh, terkadang saya sangat terkejut atas kegelapan batin manusia.
Kasih dari Induk Sapi
Ini adalah kisah nyata yang terjadi di China Bagian Barat di daerah gurun pasir yang gersang di Provinsi Ching Hai. Petugas di daerah ini memberlakukan peraturan yang ketat atas jatah 3 kilo air untuk setiap orang setiap harinya, dan penduduk daerah tersebut bergantung pada pengangkutan air jarak jauh yang ditugaskan kepada para tentara lokal. Pada situasi semacam ini, dapat kita bayangkan betapa tragisnya keadaan demikian menimpa hewan-hewan di daerah tersebut.
Suatu hari, seekor sapi tua melepaskan diri dari ikatan tali di lehernya dan berhenti di tengah jalan di gurun pasir, di jalur truk air akan lewat. Setelah beberapa saat, sementara orang-orang mulai berpikir mengapa sapi itu berhenti di tengah jalan, truk berisikan air tiba. Sapi itu tiba-tiba mengarah ke depan truk tersebut, memaksa truk tersebut untuk berhenti. Kemudian sapi itu memandang ke arah truk, sementara supir truk tersebut berusaha untuk mengusir sapi tersebut dengan sia-sia. Situasi ini berlangsung untuk beberapa saat.
Tentara yang bertugas mengangkut air tersebut mengalami hal sama sebelumnya, tapi belum pernah sampai mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Kali ini berbeda. Para pengendara motor dan mobil tidak sabar dan menggerutu dan beberapa orang yang tidak sabar berusaha untuk mengusir sapi tersebut dengan api, tetapi sapi tersebut tetap bertahan. Kemudian pemilik sapi tiba di tempat kejadian dan mencambuk sapi tersebut sehingga kulitnya sobek, tapi sapi itu tetap bertahan dan tidak beranjak sedikit pun.
Rintihan memilukan dari sapi tua dan kurus itu sangatlah tragis sampai-sampai tentara petugas dan beberapa dari pengendara meneteskan air mata. Akhirnya, seorang tentara berkata, "Biarlah sekali ini saya melanggar peraturan! Saya siap untuk mendapat hukuman". Dia mengambil wadah air dengan separuh isi (satu setengah kilo air) dan menempatkannya di depan sapi tersebut, tapi sangat menakjubkan sebab sapi tersebut tidak menyentuh air itu.
Kemudian sapi itu memandang ke arah matahari terbenam dan melenguh. Beberapa saat kemudian seekor sapi kecil muncul dari belakang tumpukan pasir. Sapi tua yang terluka itu memandang dengan penuh kasih sayang pada sapi kecil itu sampai dia selesai minum air. Dengan air mata berlinangan, ibu sapi dan sapi kecil itu saling menjilat mata masing-masing. Tanpa suara, mereka mengekspresikan kasih mereka satu sama lain. Kemudian, sebelum seorang pun mengusir mereka, mereka meninggalkan tempat kejadian itu dengan sendirinya.



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

SMCH - Vegetarian - Kita Seharusnya Makan Laksana Makhluk Utama

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Santa Clara, CA, Amerika Serikat, 14 Oktober 1989 (Asal bahasa Inggris)
Alangkah mulianya jika kita mengonsumsi makanan dari tangan pertama karena kita adalah makhluk yang mulia! Mengapa kita harus makan dari tangan kedua, dari hewan? Anda memberi biji-bijian kepada ayam, lalu Anda memakan ayam tersebut dan mencerna kembali! Anda juga memberi wortel dan sayur-sayuran kepada kelinci, lalu Anda memakan kelinci itu. Mengapa Anda tidak langsung memakan sayur-sayuran dan biji-bijian itu? Itu adalah makanan utama dan segar! Memakan daging sangat membuang waktu, energi, dan kekayaan alam. Memakan daging juga dapat menyebabkan kelaparan dunia.
 
Ciptaan Tertinggi yang Sejati
Siapa pun yang bertindak tanpa kepedulian, tentu saja kita tidak mengutuk mereka, tetapi saya sungguh merasa kasihan terhadap para hewan, juga terhadap mereka yang membunuh hewan-hewan tersebut, karena karma berat akan menimpa mereka nantinya. Sesungguhnya, Raja Ilusi ingin agar setiap keping ciptaannya dibayar kembali, dan berlipat ganda. Anda tidak dapat begitu saja membayar sepotong steak sapi, memakannya, dan berpikir bahwa itu sudah ‘selesai’, atau itu sudah impas. Tidak, tidaklah demikian! Raja Karma tidak menginginkan uang Anda, ia ingin darah Anda. Mata dibayar dengan mata, gigi dibayar dengan gigi, begitulah dunia ilusi.
Di dunia fisik, itulah yang berlaku – mata untuk mata, gigi untuk gigi. Tidak ada rasa belas kasihan dan tidak ada yang dapat Anda pakai untuk menyuap Raja Karma. Ia tidak menerima suap, tidak sama sekali. Bahkan jika Anda memberinya seluruh dunia, dia tidak peduli, atau seluruh Tiga Dunia, dia tidak peduli, karena tugasnya adalah: memeriksa orang-orang; melihat siapa yang berbuat jahat. Ia bahkan menggoda mereka untuk berbuat jahat, untuk menguji seberapa kuatnya Anda, seberapa mulianya Anda, dan seberapa banyak kekuatan yang Anda miliki dalam hati untuk menolak godaan. 
“Cintailah Sesamamu” Berarti Semuanya 
Menyakiti makhluk hidup lain adalah dosa terburuk. Jadi, jika ada orang yang telah saya ajar dengan susah payah untuk tidak membunuh dan memakan daging, tetapi masih tetap melakukannya di luar, maka saya tidak mau mengenal orang itu lagi. Dulu Anda mungkin tidak tahu dan melakukannya, maka hal ini masih dapat diterima. Setiap orang melakukan hal ini, dunia membuat Anda melakukannya. Bahkan orangtua Anda memaksa Anda untuk melakukan hal-hal tertentu ketika Anda masih kecil dan belum mengerti mana yang baik dan buruk. Tetapi, sekarang Anda telah mengetahui bahwa itu tidaklah benar, tetapi Anda masih melakukannya hanya karena Anda ingin memuaskan nafsu makan Anda – ini hanyalah pengorbanan yang sangat kecil! Bahkan jika Anda ingin menghindari daging, ini hanyalah pengorbanan yang sangat kecil, terlebih lagi sekarang kita memiliki begitu banyak makanan vegetarian yang lezat dari kerajaan sayuran ini. Semua agama mengatakan bahwa tumbuhan adalah untuk makanan Anda, tetapi tak seorang pun yang memperhatikan ayat yang menyebutkan hal ini; tidak banyak orang yang mau mendengarkan pesan “Cintailah sesamamu” yang juga termasuk para hewan! Jika kita tidak mencintai hewan, maka tidak ada sesama lain yang dapat kita cintai. Sesama kita adalah setiap makhluk. Yesus tidak mengatakan,  ‘Cintailah sesamamu: lelaki, perempuan, atau anak-anak,’ Dia berkata, ‘Cintailah sesamamu.’”
Siapakah sesama kita? Semuanya! Semuanya, termasuk manusia, anjing, kucing, burung, bebek, angsa, dan hewan-hewan liar maupun jinak. Dapatkah Anda membayangkan sedetik saja jika Anda adalah seekor hewan yang hidup di antara manusia seperti ini? Setiap hari hidup Anda terancam. Dapatkah Anda bayangkan kehidupan macam apa  yang kita paksakan kepada mereka? Seandainya manusia hidup bersama dengan semacam makhluk raksasa lain, dan setiap saat mereka membunuh kita untuk dimakan, satu per satu, bagaimana perasaan Anda? Anda akan merasa putus asa, menderita, sedih, dan sangat ketakutan bukan? Hal ini sama dengan apa yang dirasakan para hewan. Mereka tidak melakukan apa pun kepada kita. Tetapi kita, sebaliknya, menjadikan mereka korban berbagai macam penderitaan. Beberapa dari mereka bahkan bekerja membantu kita, dan kita masih juga membunuh mereka untuk dimakan. Tidak ada rasa “Terima Kasih” untuk mereka, tidak ada! Bahkan tidak juga kematian yang damai dan bermartabat. Kita membunuh dan memakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa penyesalan yang dalam, bahkan tanpa berpikir bahwa kita tidak seharusnya melakukan hal itu. Kita melakukannya seperti sesuatu yang biasa, dan kita menyebut diri kita manusia cerdas, ciptaan tertinggi. Mahkota macam apa yang patut diletakkan di atas kepala kita?
Di dunia ini, jika kita membunuh seseorang, maka itu disebut pembunuhan dan kita harus masuk penjara dan seterusnya. Tetapi, kita telah membunuh miliaran, triliunan, ziliunan hewan setiap hari, tetapi tidak ada seorang pun yang masuk penjara. Bukankah ini mengherankan? Para hewan pun tak berdaya! Mereka ketakutan hidup bersama kita, mereka penuh ketakutan setiap hari. Bagaimana ini dapat terjadi di dunia yang seperti ini? Bagaimana kita dapat menjadikan diri kita seperti makhluk yang begitu menakutkan dan keji sehingga ditakuti oleh makhluk lainnya? Kita mendominasi semua makhluk lain di seluruh dunia; terkadang kita merampas tempat tinggal mereka dan mengancam hidup mereka setiap hari. Bahkan terhadap sesama manusia yang merupakan saudara dan saudari kita sendiri; kita mengancam mereka dengan kekuatan, senapan, atom, sanksi ekonomi, dan hal lainnya.
Kita meletakkan rasa takut dalam kehidupan masing-masing. Bagaimana bisa kita menyebut diri kita ciptaan yang tertinggi? Hal itu, saya tidak tahu. Saya tidak tahu mahkota macam apa yang pantas diletakkan di atas kepala kita, dan saya tidak tahu siapa yang akan meletakkan mahkota itu di atas kepala kita. Semua saudara laki-laki dan saudara perempuan kita takut kepada kita, dan kita sedang membunuh mereka setiap hari di suatu tempat di planet ini dengan cara yang berbeda, bukan hanya dengan senapan ataupun pisau, tetapi dengan tindakan kekerasan, dengan menimbulkan penganiayaan spiritual, tekanan emosional, dan penderitaan fisik. Kita saling menciptakan hal itu hari demi hari. Bagaimana bisa kita menyebut diri kita manusia yang beradab dan ciptaan tertinggi? 
Untuk Menjadi Agung, Cukup Dengan Tidak Menyakiti
Di tahun baru ini, setiap orang di dunia harus berpikir kembali tentang program atau petunjuk yang dapat mengarahkan hidup mereka terhadap tujuan mulia yang harus mereka capai dalam kehidupan ini selagi mereka masih mempunyai waktu untuk memperbaikinya. Untuk menjadi manusia mulia sangatlah sederhana. Hal itu tidak perlu menjadi seperti orang kudus, tidak perlu menjadi seorang biarawati, seorang pendeta atau seorang yang suci; cukup dengan membiarkan para hewan seperti apa adanya. Inilah yang harus kita lakukan. Dengan demikian kita sudah menjadi mulia dengan seketika! Semua hewan akan memuji Anda dalam hati mereka, dan mereka akan berdoa untuk Anda. Hidup Anda akan diperpanjang, kebahagiaan Anda akan dilipatgandakan, kesehatan Anda akan lebih terjamin, cinta Anda akan berkembang tanpa batas, dan Anda akan menjadi makhluk yang agung. Tidak perlu Guru Ching Hai, tidak perlu inisiasi, tidak perlu apa pun. Cukup dengan meninggalkan daging, maka Anda sungguh dapat menjadi seorang Buddha, atau paling tidak mencapai Tingkat Ketiga. (Tepuk Tangan)
Sang Buddha benar-benar mengatakan yang sebenarnya, ”Letakkan pisau jagal, dan Anda dapat menjadi Buddha.” Sungguh itulah maksudnya! Jika Anda tidak membunuh atau tidak makan daging hewan, maka Anda sungguh dapat mencapai Tingkat Ketiga dengan seketika – ini adalah tingkatan yang tidak terlalu tinggi, tetapi tetap Tingkat Ketiga. Hal itu sudah pasti. Tetapi tidak, berapa banyak orang yang melakukannya? Berapa banyak orang yang dapat mengorbankan sedikit nafsu makannya untuk menjadi makhluk mulia, untuk menjadi orang yang penuh kasih dan pantas untuk disebut ciptaan tertinggi? Jika semua orang menghindari daging, maka saya tidak perlu lagi pergi mengajar dan saya tidak perlu lagi melakukan apa pun. Hal ini akan menjadi lebih baik, dan para hewan akan menjadi bahagia, manusia akan lebih terangkat, rumah sakit akan menjadi lebih sedikit, dan peperangan akan berhenti, karena dengan melalui pola makan vegetarian, setiap orang akan memperoleh makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Seluruh planet akan mendapat cukup makanan untuk setiap orang di planet ini, tanpa pengorbanan. Jika kita hanya bervegetarian, maka sumber daya planet ini secara otomatis akan terbagi secara adil, dan tidak akan ada lagi kelaparan. Sungguh, seperti itulah adanya. Tetapi, berapa banyak orang yang mau melakukan tindakan mulia ini? 
Membangkitkan Kualitas Mulia dari Dalam
Saya hanya berharap agar di Tahun Baru ini semua makhluk di planet ini semakin pintar, semakin merenung ke dalam, dan sungguh melihat apa yang mereka inginkan di dalam, jangan hanya dibutakan oleh godaan dan pengaruh negatif dari luar. Mereka harus kuat, mulia, dan melihat ke dalam diri mereka sendiri untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan apa yang ingin dikatakan oleh hati mereka kepada mereka, karena jika mereka sungguh mencari, maka mereka akan mendapatkannya. “Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.” (Matius 7:7)
Jadi, saya sungguh berharap agar mereka mencari! Karena jika mereka mencari, maka mereka akan melihat bahwa mereka adalah orang yang mulia atau makhluk mulia, dan dengan demikian, maka tidak ada kebanggaan saat membunuh dan memakan makhluk lain yang tidak bersalah, yang ukurannya bahkan tidak sebanding dengan kita. Beberapa lebih besar, tetapi kita juga menyakiti mereka. Bahkan ikan di laut, mereka tidak menyakiti siapa pun; mereka berenang di dunia mereka sendiri, tapi kita menangkap mereka, membunuh mereka, dan memakannya. Atau, hewan-hewan di udara, mereka hanya terbang di atas sana, tidak menyakiti siapa pun, tidak melakukan kesalahan apa pun, dan kita kemudian menembak jatuh dan memakan mereka. Juga hewan-hewan di hutan, mereka mengerjakan urusan mereka sendiri, mereka tidak menyakiti siapa pun, tetapi kita pergi ke sana untuk berburu, membunuh, dan memakan mereka.
Menurut Anda apakah itu mulia? Siapa pun tahu bahwa hal itu tidak mulia, benar? Bagaimana bisa disebut mulia jika seorang yang kuat dengan segala tenaga dan kepandaian pergi dan membunuh seseorang yang lemah, kecil, dan tidak dapat mempertahankan diri? Bagaimana hal itu bisa disebut mulia? Bahkan di China dan Au Lac (Vietnam), ada hukum ilmu bela diri seperti ini: Jika seseorang terjatuh dari kudanya dalam suatu peperangan, Anda tidak boleh melukai atau membunuhnya. Jika seseorang telah jatuh, kita mengatakan: Jangan membunuhnya. Jadi, bagaimana dengan hewan yang lebih kecil? Mereka sangat ketakutan dan tak berdaya dengan tatapan manusia! Bagaimana mungkin kita tidak merasa tersentuh dan kasihan untuk membiarkannya hidup? Bagaimana mungkin seorang manusia tidak ada rasa belas kasihan sedikit pun dalam hatinya saat ada hewan yang ketakutan dan lari, lari, lari untuk hidupnya, memohon untuk hidupnya? Ini sungguh sulit dipercaya.
Di tahun baru ini, mungkin semua harapan kita akan menjadi kenyataan; jadi marilah kita berharap agar hal ini tidak terjadi lagi; agar umat manusia dan semuanya tersadarkan sifat mulianya yang telah ada dalam hati mereka sejak sebelum mereka dilahirkan, atau yang telah ada pada saat mereka baru dilahirkan yang masih mulia, murni dan  heroik. Marilah kita berharap agar kualitas mulia yang ada dalam diri umat manusia terbangunkan dan menjadikan kita sebagai makhluk ciptaan yang tertinggi. Biarkan mereka sadar akan kualitas-kualitas mulia ini, dan dengan demikian maka kita akan segera berada di Surga. Sungguh, jika tidak ada lagi pembunuhan, maka planet ini akan menjadi Surga. (Tepuk tangan)



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/