Tampilkan postingan dengan label Reinkarnasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reinkarnasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

Cameron Macaula, seorang anak yang mampu menceritakan kehidupan masa lampaunya


Harian Inggris The Sun telah memuat di internet berita tentang seorang anak lelaki yang bisa mengingat masa lampaunya. Anak lelaki berusia 6 tahun yang bernama Cameron Macaulay, satu-satunya yang membedakan ia dengan anak lelaki sebayanya ialah ia selalu membicarakan bahwa ia mempunyai ibu dan keluarga serta menyukai menggambar rumahnya sendiri, sebuah rumah putih yang terletak di tepi pantai.

Kesemuanya itu tidak lagi berkaitan dengan kehidupannya kini. Tempat yang diceritakannya, dia sendiri tidak pernah tahu, dan terletak di pulau Bara berjarak 160 mil dari kediamannya sekarang ini.

Menurut Norma, ibunya Cameron Macaulay sekarang, semenjak kecil Cameron sesudah mulai bisa bicara, ia sudah lantas mengkisahkan kehidupan masa kanak-kanaknya sewaktu berada di pulau Bara.

Ia mengkisahkan orang tua masa lampaunya dan bagaimana ayahnya meninggal, juga kakak perempuan maupun kakak laki-lakinya. Ia juga bilang ibu yang ia sebut-sebut ialah ibu masa lampaunya.

Ia percaya penuh bahwa ia memiliki kehidupan masa lampau, Cameron sangat kuatir keluarga masa lampaunya merindukannya. Ia berharap keluarganya di pulau Bara mengetahui bahwa ia kini baik-baik saja.

Cameron bahkan di penitipan anak juga tak hentinya menceritakan rumah masa lampaunya, mereka melakukan apa, bagaimana ia dari jendela kamar tidurnya menonton pendaratan pesawat…., ia mengomel rumahnya sekarang hanya mempunyai 1 kamar mandi, sedangkan rumahnya di pulau Bara mempunyai 3 buah. Ia menangis menginginkan ibu masa lampaunya, bilang bahwa ia merindukannya.

Oleh karena Cameron terus menerus memohon Norma membawanya ke pulau Bara, akirnya Norma memutuskan membawanya ke pulau tersebut, juga pakar psikiater universitas Virginia: doctor Jim Tucker ikut mengiringi perjalanan mereka, ia adalah seorang pakar penelitian reinkarnasi anak.

Cameron sekeluarga pada bulan Februari 2006 pergi ke pulau Bara. Sewaktu pesawat itu benar-benar mendarat, segalanya persis dengan yang diceritakan oleh Cameron. Pihak penginapan memberitahu Norma, pernah ada bernama Robertson menempati rumah putih di tepi pantai.

Maka serombongan orang menuju ke rumah tersebut, akan tetapi para orang dewasa tidak memberitahukan Cameron pergi kemana, mereka ingin menyaksikan apa yang akan terjadi.


Cameron langsung mengenali rumah tersebut, iapun bersuka cita. Namun ketika mereka melewati pintu masuk, mimik gembiranya telah lenyap dari wajah Cameron, ia berubah sangat pendiam.

Penyewa sebelumnya telah meninggal, tapi juru kunci mempersilakan mereka memasuki rumah tersebut. Di dalam rumah itu ternyata terdapat 3 buah kamar mandi, dan dari jendela kamar tidurnya bisa terlihat pemandangan laut.

Di dalam ruang tersebut masih terdapat sudut-sudut tersembunyi yang kesemuanya diketahui oleh Cameron. Semenjak mereka kembali ke rumahnya di kota Glasgow, Cameron menjadi lebih pendiam.

Norma mengatakan pergi ke pulau Bara adalah suatu hal terbaik yang telah mereka lakukan. Picnik kali ini telah membuat suasana hati Cameron menjadi lapang, ia tidak lagi mendambakan pulau Bara.

Para orang dewasa pun memahami Cameron bukan sedang mengarang cerita, mereka telah mendapatkan jawaban yang mereka cari. Akan tetapi yang jelas, memori terhadap kehidupan masa lampau seiring dengan bertambahnya usia si empunya cerita akan semakin memudar.

Kisah Cameron telah dibuatkan film dokumenter yang berjudul “Anak Lelaki Ini Pernah Hidup Di Masa Lampau”oleh TV 5 Inggris. 


Sumber : http://forum.vivanews.com/

Minggu, 22 April 2012

Reinkarnasi dalam Islam dan Kristen

Jenar seperti kesurupan di depan laptop nya, di dalam kamar saat senja telah tenggelam di telan pekatnya kegelapan. Memandang layar laptop, yang memperlihatkan sebuah lembaran email dari seorang yang dia anggap cukup mumpuni dalam dunia spiritual. Dunia tempat memahami esensi dari ayat-ayat yang betebaran di alam semesta ini. Dan, dia membaca berulang ulang emai tersebut, seolah-olah rasa haus itu belum terbayar hanya dengan sekali minum. Seperti gila dia terus membaca.
Reinkarnasi artinya dibangkitkan, dihidupkan, di lahirkan kembali atau menjelma kembali. Banyak orang dikalangan umat beragama tidak mempercayai adanya reinkarnasi .
Namun sebagian orang percaya bahwa roh manusia tidak tergantung pada dirinya sendiri, dan bahwa degenerasi (kemerosotan) dan pemusnahan tak bisa menyergapnya.
Oleh karena itu, maka niscaya, bila sebuah tubuh fisik kepada siapa ia tergantung menjadi rusak, dia mencari yang lain, dengan memutuskan hubungan-hubungan sang tubuh yang terdahulu, dia memanifestasikan dirinya sendiri dalam tubuh baru, apakah itu dari suatu mahluk yang lebih rendah ataupun yang lebih tinggi derajatnya, hal ini seperti merekam sebuah buku (menurun, menyalin) ke kertas lain.
 Yasin (36 ayat 82)
“Sesunguhnya perintah-Nya, apabila Dia mengendaki sesuatu hanyalah dengan berkata kepadanya “jadilah, maka terjadilah ia “
Al Baqarah (2 ayat 28)
“Mengapa kamu ingkar kepada Allah padahal dahulunya kamu mati lalu Allah menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, lalu kepadaNya kamu di kembalikan ?”
Ar Rurm (30 ayat 19, 40)
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti demikianlah kamu akan dikeluarkan. Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberi rezeki kepada kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu. Adakah dari sesembahan kamu ada yang dapat berbuat sesuatupun dari demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan.”
Al Isra (17 ayat 49)
“Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan di bangkitkan kembali sebagai mahluk yang baru.”
Yohannes (3 ayat 3,5)
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlah.”
Yohannes (3 ayat 6,7)
“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”
Matius (11 ayat 5)
“Orang-orang mati akan bangkit, yang tuli akan mendengar, yang buta akan melihat dan yang lumpuh akan berjalan.”
Para suci melukiskan dunia ini sebagai ladang karma ke dalam mana jiwa harus kembali berulang lagi guna memetik hasil dari semua perbuatan yang lalu.
Seperti yang ditabur, itulah yang dituai. Begitulah ladang karma itu. Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ? Dunia ini berasaskan hukum karma. Perbuatan apapun yang kaulakukan, orang harus merasakan buahnya.
Kita di bawa kembali ke dalam suatu bentuk, dengan nama kita dapat memenuhi hasil dari perbuatan perbuatan kita, karma-karma kita, dan selama itu pula, jiwa tetap menderita kesedihan karena perpisahan dari Tuhan. Selagi kita menyelesaikan karma karma itu, kita juga terus melakukan karma yang baru, dan akibatnya, kita tetap datang dan pergi, selalu mendekam di rumah penjara dunia ini.
Dan Jenar seperti mengalami sebuah ekstase, setelah mengulang-ulang membaca email tersebut hampir seribu kali. Sehingga fajar sepertinya sudah hilang di telan cahaya mentari yang terang benderang. Dalam ekstasenya, dia melihat lehernya di penggal, hanya karena sebuah rasa takut dari anak-anak manusia yang merasa memonopoli mana yang boleh di sampaikan dan mana yang tidak boleh. Nanar pandangan jenar berusaha meresapkan pengalaman ekstase itu ke jiwa. Kemudian dia beranjak ke tempat tidur, menutupkan mata, dan senyum di bibir dalam tidur yang damai.
Dan sepertinya hari ini, Jenar bolos ke kantor lagi.



 Sumber : http://danalingga.wordpress.com/

Minggu, 11 Maret 2012

Reinkarnasi Perancang Titanic


Oleh : Yonassan Gershom

Saya telah menulis tentang kasus-kasus reinkarnasi selama lebih dari dua puluh tahun, dan percayalah, saya tidak mudah terkesan oleh mereka yang mengklaim dirinya sebagai reinkarnasi orang-orang terkenal. Tapi kasus ini berbeda. Sejak saya mendengarkan suara Thomas Andrews berbicara di rekaman regresi kehidupan lampau, saya benar-benar terpesona. Kasus ini begitu nyata, sehingga saya terasa merinding mendengarkannya.

William Barnes tidak hanya memiliki pengetahuan yang terperinci tentang  teknik pembuat kapal Edwardian(yang berbeda dengan teknik saat ini), ia juga memberikan teori spesifik tentang pembangunan kapal Titanic yang memberi pemahaman baru tentang mengapa ia tenggelam begitu cepat pada malam itu.
Jika kesaksian Barnes/Andrews  adalah benar, faktor utama dalam tenggelamnya kapal raksasa tersebut adalah konstruksi pada lambung tunggal nya, yang bergetar seperti lonceng besar ketika ia menabrak gunung es. Bangunan kapal baja adalah teknologi baru saat itu, dan desain lambung tunggal yang sebelumnya banyak digunakan untuk  kapal kayu belum direvisi untuk memperhitungkan akustik stres pada logam. Ketika menabrak gunung es Titanic tampaknya membuat getaran kuat dari haluan ke buritan. Baja yang rapuh yang digunakan oleh Inggris pada masa itu tidak bisa menahan peningkatan stres dan menjadi retak seperti kaca. Jadi bukanlah karena salah satu lubang  besar di sisi yang yang menyebabkan Titanic tenggelam ke dasar laut. Saat itu ada terjadi banyak retakan dan lubang-lubang kecil di seluruh penjuru kapal, tempat munculnya retakan tersebut dan melemahkan keseluruhan lapisan pelat baja.

Hebatnya, William Barnes mengetahui hal ini ketika dia masih anak anak – dan jauh sebelum dimulainya ekspedisi untuk mengkonfirmasi kecelakaan itu! Thomas Andrews tampaknya juga mengetahui hal itu sebelumnya, dan berusaha untuk memasukkan ide yang lebih baru, desain yang lebih baik untuk kontruksi lambung dari kapal baja yang besar tersebut, tapi saat itu tidak ada yang mendengarkan …


Siapa yang sesungguhnya harus disalahkan?


Berdasarkan rekaman suara di regresi, bukan Thomas Andrews yang bertanggung jawab untuk kelemahan desain pada lambung tunggal dalam desain Titanic. Andrews pada awalnya merancang sebuah kapal dengan lambung ganda, dalam rangka untuk meredam efek bel. Dia juga menghitung bahwa akan membutuhkan 64 sekoci untuk menampung semua penumpang, bukan 20 sekoci yang hanya ada pada saat itu. Apabila rencana ini dan rencana lain yang diusulkan oleh Andrews diikuti, Titanic mungkin selamat dari tabrakan gunung es dan mampu berlayar hingga ke pelabuhan.

Aku mengambil palu godam besar… dan memukul pada pelat dua kali, sekeras aku bisa. Aku turun dari tangga dan berjalan ke tempat paman saya menunggu. Wajah paman sangat kaget! Dia berkata kepadaku: “Ya Tuhan, Tommie! kamu hampir delapan ratus meter jauhnya, dan suara itu terdengar seperti berasal dari dekat tempat aku berdiri!” Saya kemudian mengatakan kepada paman untuk menempelkan kembali kupingnya ke lambung kapal. ‘Anda mungkin akan tetap mendengar suara lempengan itu’, Paman. Itu sebabnya kita perlu lambung ganda pada kapal ini! ‘ “(Bill Barnes berbicara sebagai Andrews dibawah hipnosis.)

Menurut kehidupan lampaunya, Andrews juga menghabiskan banyak waktu untuk mencoba melacak suara dering yang sukar dipahami di dalam lambung, yang ia sebut sebagai “seperti perempuan menangis” atau “setan.”  Apakah ini pertanda psikis tentang bencana yang akan datang? Mungkin. Tetapi ini bisa juga akibat semacam getaran resonansi, yang ditimbulkan oleh ritme konstan dari mesin di dalam lambung logam. (Bahkan sebelum berlayar, mesin nya sudah dinyalakan untuk menghasilkan tenaga untuk para pekerja.)

Adalah Bruce Ismay, yang bertanggung jawab atas perusahaan White Star Line pada waktu itu, yang bersikeras pada konstruksi lambung tunggal dengan lebih sedikit sekoci, untuk memotong biaya dan memungkinkan lebih banyak ruang untuk penumpang dan kargo. Ismay juga yang bersikeras – meskipun dengan protes keras dari Andrews  – bahwa bulkheads seharusnya hanya diperpanjang sampai ke “E” dek, yang hanya sedikit berada di atas permukaan air – itu adalah kesalahan serius yang memungkinkan air pada kapal tenggelam untuk langsung masuk membanjiri kompartemen satu dan berikutnya, dan dengan segera air akan memenuhi seluruh kapal.

Misi kembali : untuk membersihkan nama Andrews


Keluarga Andrews memiliki tradisi kehormatan, integritas, dan keahlian yang dibanggakan cukup lama. Tommie tak terkecuali. Dalam saat-saat terakhir kapal Titanic tenggelam, dia dipenuhi dengan kemarahan ketika ia melihat Ismay yang pengecut menyelamatkan dirinya sendiri dalam sebuah sekoci. Tommie khawatir – dan ternyata memang demikian, Ismay akan menutupi sendiri tentang konstruksi murah kapalnya dan akan menyalahkan Tommie Andrews.  Orang mati tidak akan bercerita … atau apakah mereka akan?


William “Bill” Barnes, sebagai reinkarnasi Thomas Andrews, mengatakan bahwa misinya adalah untuk membersihkan nama Andrews, dan menempatkan kesalahan pada tempatnya – tepat di atas bahu orang-orang yang menempatkan keuntungan diatas keselamatan. Saya telah berbicara dengan Bill Barnes pada berbagai kesempatan, dan saya yakin bahwa dia bukan merekayasa. Ia tidak melakukan ini untuk sensasi atau hal untuk membesarkan diri. Dia hanya ingin meluruskan sejarah.

Barnes menerbitkan ceritanya


Kisah reinkarnasi Andrews sebagai Bill Barnes pertama kali dirilis oleh Edinbooks sebagai audiobook, I built the Titanic, pada Januari 1999. Presentasi empat jam ini menggunakan teknik inovatif interspersing materi dengan latar belakang sejarah dengan kutipan dari sesi regresi yang sebenarnya. Hasilnya adalah sebuah narasi dramatis yang membuat pendengar merasa seolah-olah dia benar ada di sana, mendengarkan secara rinci sebuah sejarah. Plus, materi tentang latar belakang pembuatan kapal yang sangat terampil dijalin ke dalam cerita, yang bahkan orang awam seperti saya dapat dengan mudah mengikuti alasan desain asli Tommie, dan keberatan dia terhadap perubahan struktural yang dibuat oleh Ismay dan White Star Line.
I Built the Titanic diikuti, beberapa bulan kemudian, oleh audiobook kedua yang berjudul A Past-Life Interview with Titanic’s Designer. Bukan hanya membahas ulang dari audiobook pertama, dalam A Past-Life Interview, ia membahas sesi regresi dengan terapis Frank Baranowski yang secara runut disunting menjadi sebuah urutan kronologis. Rasanya seperti mendengarkan sebuah wawancara mendalam dengan Tommie Andrews secara pribadi, lengkap dengan aksen Skotlandia-Irlandia. Yang tidak mungkin dilewatkan oleh pendengar adalah drama dimana Tommie menggambarkan detik detik terakhir tenggelamnya Titanic?

Terutama momen-momen – yang tidak dibahas pada kaset pertama – adalah saat-saat segera setelah ‘kematian Andrews, ketika ia berusaha dengan sia-sia untuk menahan kapal dan menjaganya agar tidak tenggelam. Tapi dia sudah berada di alam roh, dan tidak dapat menggenggam apa-apa  …

“… Jangan biarkan kapal ini tenggelam dengan semua orang-orang ini! Aku akan mencegahnya dari tenggelam’. Aku mendorong sekeras saya bisa … tetapi ada sebuah cahaya, dan cahaya itu terasa hangat. Ada yang memanggil saya ke dalam cahaya … itu adalah Paman John. Paman John sedang memanggil saya. Dia sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Saya harus mati …tetapi saya tidak ingin pergi, saya ingin menyelamatkan kapal ini … “

Roh Tommie Andrews  melayang di atas kapal Titanic untuk sementara sebelum meninggalkannya menuju dunia lain. Jika apa yang digambarkan benar – dan saya percaya itu – maka ia memiliki pandangan tersendiri terhadap kapal yang tenggelam tesebut dari atas, dan bisa mendapatkan gambaran yang jauh lebih besar dari keseluruhan adegan dari siapa pun yang ada di geladak atau di sekoci di bawahnya. Dia bisa melihat kerusakan yang terjadi, dan mendengar suara gemuruh dari dalam perut kapal ketika Titanic mulai pecah.
“Oh,  kapalku, kapal saya yang indah ! Saya benar – saya bisa menduga bahwa ia akan tenggelam seperti ini …”

Pada akhir dari A Past-Life Interview ada diskusi antara Bill Barnes dan penerbitnya, Linda Nathanson. Gone adalah bahasa aksen Skotlandia-Irlandia yang disuarakan oleh Andrews dalam rekaman (yang, telah diverifikasi sebagai otentik.) Tetapi William Barnes dalam kondisi sadar memiliki kepribadian yang berbeda. Dia sering berbagi anekdot tentang hidupnya, dan perjuangannya untuk mengingat  kenangan-kenangan tersebut, tetapi penyembuhan datang saat menceritakan kisah-kisahnya tersebut, dan pelajaran yang dapat dipelajari dari situ. Kita juga belajar dalam wawancara ini bahwa sesi regresi terjadi sebelum film Titanic yang disutradarai Michael Cameron dirilis – yang masih sangat sulit untuk ditonton oleh Barnes karena masih menimbulkan trauma karena terlihat seperti sangat nyata. Rekaman ini juga mencakup wawancara singkat dengan istrinya, Mary Anne (dari kehidupan ini), dan pernyataan oleh Frank Baranowski, terapis yang melakukan regresi.

Simulasi komputer yang mendukung teori Barnes


Seperti yang diperkirakan ketika seseorang mengaku sebagai reinkarnasi dari seorang tokoh sejarah, Barnes telah mendapatkan sindiran yang cukup banyak. Tapi tidak semua orang adalah orang yang skeptis. Peneliti John Wilcox, Ph.D., seorang ahli matematika dan fisika di University of Pennsylvania’s Johnson Research Foundation, mendengar Barnes menggambarkan efek bel pada lambung tunggal Titanic dan bertanya-tanya apakah teori bisa diuji dengan simulasi komputer. Berdasarkan sifat-sifat fisik baja ( dari sampel yang diperoleh dari sisa kapal yang tenggelam), dimensi kapal yang tepat, dan  ‘kenangan Barnes tentang kecepatan saat menabrak gunung es tersebut, Wilcox menciptakan sebuah model komputer yang secara matematis mereproduksi energi akustik pada lambung Titanic sebelum dan sesudah tabrakan. Temuannya memberikan pembuktian memori kehidupan lampau Barnes terhadap getaran lambung sebagai faktor penyebab utama tenggelamnya Titanic, dan dapat dilihat, lengkap dalam diagram penuh warna, pada  Dr.Wilcox’s website.

Buku terbaru menyediakan lebih banyak bukti


Temuan Dr.Wilcox, bersama dengan banyak verifikasi faktual detail lainnya dalam regresi, dimasukkan dalam buku terbaru Barnes yang berjudul Thomas Andrews: Voyage Into History. Bagian pertama dari buku ini yang sedikit lebih panjang daripada versi audiobook pertama, I built the Titanic.  Bagian kedua dari buku ini terdiri dari berbagai sejarah dan penemuan-penemuan ilmiah – termasuk hasil simulasi komputer dari Wilcox yang telah dijelaskan di atas – yang memperkuat keakuratan kenangan Barnes sebagai Andrews. Dr Wilcox sendiri cukup terkesan, yang menyatakan bahwa Barnes “memiliki pengetahuan tentang pendekatan teknik yang tidak mutakhir pada saat ini,” dan membahas contoh-contoh spesifik.

Saya sangat terkesan dengan kemampuan Barnes untuk mengingat detail kecil, seperti halnya nama seekor kucing di kapal, Jenny. Menurut pernyataan Barnes dari regresi kehidupan lampau, Jenny seperti merasakan bencana yang akan datang dan mencoba menyelamatkan anak-anaknya (yang disebutkan dalam catatan sejarah) dengan menggerakkan mereka dari tempat tinggal para awak di bawah ke dek atas – dan langsung menuju ke kabin Tommie. Kemudian, kucing itu terlihat seperti berusaha mati-matian untuk memindahkan anak-anaknya lagi, ketika kapal mulai rusak dan tenggelam.

Data lain dalam buku ini meliputi verifikasi dari komposisi baja yang rapuh, catatan dari saksi mata, dan hasil sonar scannings kecelakaan Titanic oleh Discovery Communications Expedition, yang semuanya mendukung apa yang William Barnes ingat dari kehidupan lampaunya sebagai Tommie.

Sejak penerbitan buku-bukunya dan publikasi yang dihasilkan, Bill Barnes telah bertemu sejumlah orang lain yang juga memiliki kenangan kematian di kapal Titanic. Dia kini mengelola sebuah grup diskusi email yang disebut titanicmemories di ONElist.com.



Sumber : Sumber : http://henkykuntarto.wordpress.com/

Kasus Reinkarnasi Peter Avery dan Seorang Persia


Penelitian oleh Ian Stevenson

Kasus ini memberikan contoh dramatis dari memori geografis, yang mendukung validitas kasus reinkarnasi. Selain itu, kasus ini melibatkan perubahan yang signifikan dalam agama dan kebangsaan. Peter Avery tampaknya memiliki kehidupan lampau sebagai seorang Muslim di Iran. Pada zaman sekarang, dia lahir di Inggris dan seorang penganut Kristen.

Memori geografis dapat dianggap sebagai bentuk déjà vu, di mana seorang individu memiliki perasaan bahwa mereka telah berada di lokasi fisik tersebut sebelumnya, meskipun individu tersebut sesungguhnya belum pernah ke lokasi tersebut dalam hidup mereka saat ini.

Beberapa contoh dari déjà vu mungkin disebabkan karena di kehidupan lampaunya telah menghabiskan waktu di daerah geografis yang merangsang perasaan déjà vu tersebut. Ian Stevenson menunjukkan bahwa déjà vu sangat umum dan beberapa survei menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen orang pernah mengalami déjà vu.

Pejabat Angkatan Laut Peter Avery melatih Bahasa Arab


Subyek kasus ini, Peter Avery , lahir di Derby, Inggris , pada 15 Mei 1923. Dalam Perang Dunia II, ia pernah bertugas di Angkatan Laut Kerajaan India. Setelah perang, ia kuliah di University of London, di mana ia lulus pada tahun 1949 dengan gelar di bidang studi bahasa Arab dan Persia.
Dengan keterampilan ini, Peter memperoleh pekerjaan sebagai Training Manager untuk bahasa Arab dan Persia bagi Perusahaan Minyak Anglo-Iran. Ia ditempatkan di kota Abadan di wilayah barat daya Iran. Selama enam bulan pertama tugasnya, ia terkurung di Abadan dan ladang minyak di sekitarnya.
Pada musim dingin tahun 1949-1950, seorang manajer dari perusahaan di kantor London , Mr John Evans, sedang merencanakan untuk melakukan tur fasilitas di Iran dan dia membutuhkan interpreter untuk bepergian dengan dia. Peter ditugaskan untuk mengawal Mr Evans dalam perjalanan ke Isfahan, di Iran tengah.
Peter sangat senang akan tugas yang diberikan padanya, ia akan bisa melihat lebih banyak dari Iran. Sebagaimana dicatat, Peter tidak pernah keluar dari daerah sekitarnya Abadan.

Kenangan akan Jalanan di Isfahan 


Di Isfahan , sambil sarapan, Peter menjelaskan kepada Mr Evans, secara rinci, rute yang akan mereka ambil dari hotel mereka ke pasar kota dan ke Maidan-I Shah , sebuah alun-alun yang merupakan bagian dari kompleks istana yang dibangun oleh Shah Abbas I antara tahun 1590-1595.

Mr Evans terkejut dengan pengetahuan Peter yang luas terhadap jalan-jalan di Isfahan, meskipun Peter belum pernah kesana sebelumnya. Peter mengakui bahwa ia tampaknya mengetahui jalan-jalan ini secara alami. Peter tidak menggunakan buku panduan atau peta untuk menunjukkan jalan ke pasar dan Maidan-I Shah, ia tampaknya sudah tahu jalannya.

Ketika mereka memulai perjalanan mereka melalui kota, rute yang diusulkan Peter ternyata sepenuhnya akurat. Hal ini mengingatkan pada kasus Anne Frank | Barbro Karlen , sebagai Barbro, pada usia sepuluh tahun, ia mampu untuk menunjukkan pada orang tuanya jalan dari hotel mereka dengan 10 menit berjalan kaki melalui jalan-jalan berliku Amsterdam langsung ke rumah Anne Frank , bahkan meskipun ia belum pernah berkunjung ke Amsterdam sebelumnya. Demikian pula, Peter mengajak Mr Evans melalui jalan-jalan di Isfahan ke bazar dan Maidan-I Shah.

Banjir Emosi di Madrasah Mader-e Shah


Tempat terakhir yang dikunjungi Mr Evans pagi itu adalah Madrasah Mader-e Shah , sebuah kompleks teologis yang dibangun oleh Shah Sultan Hussein pada 1706, yang didedikasikan untuk ibunya. Sebuah masjid berkubah biru dibangun di taman kompleks. Segera setelah Peter dan Mr Evans berjalan ke halaman Madrasah Mader-e Shah, Peter mengalami banjir emosi. Peter sendiri menceritakan pengalamannya tersebut :

“Saya menangis tersedu-tersedu tak terkendali dalam kesan kuat bahwa entah bagaimana saya telah pulang. Saya duduk di tembok pembatas dari kolam. Mr Evans dengan sangat bijaksana berjalan pergi. Dia mengatakan setelah itu bahwa ini tampaknya yang terbaik yang bisa dilakukannya, sampai saya bisa mengeringkan air mata dan bergabung kembali dengan dia. Dengan demikian ini adalah puncak pengalaman saya sepanjang pagi ini di mana saya merasakan keakraban yang aneh dengan kota yang saya belum pernah kunjungi sebelumnya, dan tempat geografis yang saya tidak memiliki pengetahuan secara sadar sebelumnya.

Banjir emosi ini mirip dengan apa yang terjadi dalam kasus John B. Gordon | Jeff Keene , ketika Jeff secara intuitif dibawa ke tempat yang disebut Sunken Road, yang merupakan bagian dari medan perang Perang Sipil Amerika yang bernama Antietam. Di Sunken Road, tanpa mengetahui mengapa, Jeff juga mulai menangis tak terkendali. Dia merasa sedih dan marah pada saat yang sama. Kemudian, ia mengetahui bahwa ia hampir tewas dalam Perang Saudara pada tempat yang disebut Sunken Road, dalam kehidupan lampaunya sebagai John B. Gordon.

Bawaan Pengetahuan tentang Arsitektur Asli Shalimar Bagh


Peter punya satu pengalaman lain yang tampaknya berasal dari kehidupan lampaunya di Iran dan India. Saat itu pada 1944, ketika dia melayani di Angkatan Laut Royal India selama Perang Dunia II. Peter masih berumur 21 tahun pada saat itu. Seorang perwira India di dalam kapalnya bersahabat dengan dia dan meminta Petrus untuk mengunjungi keluarganya, yang tinggal di Lahore , yang sekarang menjadi bagian Pakistan.
Temannya tahu bahwa Peter tertarik pada sastra dan budaya Islam dan dia ingin Peter untuk menemui ayahnya, Bahadur Khan Muhammad Syafi’i, yang merupakan kepala sekolah untuk studi Asia dan sarjana sejarah Islam.
Di Lahore, mereka mengunjungi  Shalimar Bagh, sebuah kompleks taman yang dibangun oleh kekaisaran Islam Mughal. Peter didampingi oleh ayah temannya, Bahadur Muhammad Shafi. Peter belum pernah mengunjungi Shalimar Bagh sebelumnya, dan juga belum pernah membaca tentang tata letaknya.

Peter Mengidentifikasi Pintu Asli di Shalimar Bagh


Peter dan Mr Syafi’i masuk ke dalam Shalimar Bagh melalui pintu yang dikelilingi  dinding di sekitarnya. Peter mengetahui bahwa ini bukanlah pintu masuk asli. Dia mengatakan kepada Syafi’i bahwa pintu asli berada di dinding seberang mereka, di sisi lain kompleks. Mr. Syafi’i mengatakan kepada Peter bahwa dia memang benar.

Kemudian, Peter berkomentar bahwa paviliun, atau bangunan kecil, di tengah kebun itu bukan bagian dari rancangan aslinya. Mr. Syafi’i juga menegaskan pernyataan Peter, dan menyatakan berdasarkan sejarah bahwa paviliun pada awalnya adalah bagian dari kompleks makam seorang kaisar dan bahwa makam itu telah dipindahkan ke Shalimar Burg oleh Ranjit Singh , seorang Sikh yang memerintah Lahore tahun 1799-1839.

Dengan demikian, kenangan kehidupan lampau yang diingat Peter, di mana ia mengingat Shalimar Burg, pasti terjadi sebelum tahun 1799, sebelum paviliun itu pindah dari kompleks makam ke Shalimar Burg.

Déjà vu, di Shalimar Bagh , Lahore 


Peter menulis tentang pengalamannya di Shalimar Burg:

“Meskipun tidak begitu emosional dibanding saat aku berada di Isfahan, rasa déjà vu, di Bagh Shalimar di Lahore saya memiliki perasaan yang sama telah berada di sini sebelumnya: mengetahui tempat itu sangat akrab; untuk kembali, karena ini adalah kepulangan kembali, ke tempat di mana aku pernah ‘di rumah’, tapi perasaan di Madrasseh di Isfahan lebih tajam dari pada ketika di Lahore, di mana ingatannya terbatas pada taman dan tidak meluas ke seluruh lingkungan.

Pengalaman Peter di Shalimar Burg juga mengingatkan apa yang terjadi di kasus reinkarnasi Anne Frank|Barbro Karlen. Ingatlah bahwa Barbro menujukkan jalan pada orang tuanya ke Anne Frank House di Amsterdam pada usia sepuluh tahun, meskipun ia belum pernah berkunjung ke Amsterdam sebelumnya. Saat mendekati rumah Anne Frank, Barbro mencatat bahwa pintu masuknya telah berubah, dan ia benar. Dia juga tahu bahwa foto-foto yang Anne Frank telah gunting dari majalah bintang film seharusnya berada pada dinding tertentu. Foto-foto ini telah diturunkan untuk diberikan kaca pelindung, sehingga mereka tidak ada ketika Barbro dan orangtuanya berkunjung ke rumah Anne Frank. Seorang pemandu wisata menegaskan bahwa Barbro benar mengenai di mana foto-foto tersebut biasanya diletakkan.

Sama seperti Barbro yang mengetahui rincian struktur dan interior rumah Anne Frank dari inkarnasi sebelumnya, Peter tampaknya mengetahui desain asli dari Shalimar Burg dari kehidupan lampaunya atau masa hidup sebelumnya di Iran dan Pakistan.

Peter menjadi dosen di Cambridge dalam bidang studi Persia


Dari tahun 1958 sampai 1990, Peter menjabat sebagai dosen Universitas dalam bidang Studi Persia di Universitas Cambridge. Setelah itu, ia melanjutkan sebagai Fellow of King College, Cambridge, dimana dia menjadi seorang sarjana terkenal dari studi Persia. Peter sangat terkenal untuk terjemahan nya terhadap tulisan Hafiz penyair Persia dan Omar Khayyam. Selain itu, ia banyak menulis tentang sejarah Iran, dari asal-usulnya yang paling awal hingga masa kontemporer.

Dari mana antusias Peter untuk Persia dan studi Islam berasal, mengingat dia lahir di Inggris, yang umumnya merupakan negara Kristen?

Tampaknya cintanya terhadap Persia, Iran dan studi Islam berasal dari masa lalu atau kehidupan lampaunya di Iran dan Pakistan, mengingat pengetahuan bawaannya terhadap desain asli dari Shalimar Burg, di Lahore, Pakistan, pengetahuan bawaannya tentang jalan-jalan di Isfahan, di Iran, serta banjir emosi yang ia alami di Madrasah Mader-e Shah, di Isfahan, Iran.

Peter Avery meninggal pada tanggal 6 Oktober 2008 di Inggris.

Poin Kunci & Prinsip Reinkarnasi
Peter Avery tidak mengingat nama-nama dari pengalaman kehidupan masa lalunya yang diperoleh di Iran dan Pakistan dan dengan demikian, ia tidak mampu mengidentifikasi secara khusus bahwa ia mungkin pernah hidup di masa lalu. Dengan demikian, kasus ini tidak dapat divalidasi secara historis.
Namun, pengalaman déjà vu dan pengetahuan bawaan dari lokasi geografis yang ia belum pernah kunjungi sebelumnya dalam kehidupan ini konsisten dengan kenangan kehidupan lampau.

Jika ini diterima sebagai kasus reinkarnasi, hal ini menunjukkan beberapa fitur berikut:

Memori Geografis : Peter memiliki pengetahuan rinci tentang jalan-jalan di Isfahan, Iran dan mengetahui desain asli dari Shalimar Burg, di Lahore, Pakistan, meskipun ia belum pernah pergi ke tempat-tempat ini dalam kehidupannya sekarang. Peter menyatakan bahwa dia juga tidak mendapatkan informasi ini melalui peta atau buku.

Selain itu, ia mengalami banjir emosi di madrasah Mader-e Shah, yang lokasinya berada di Isfahan, Iran, termasuk perasaan yang luar biasa bahwa dia telah pulang.

Sangat mungkin bahwa pengalaman ini berasal dari kehidupan lampau atau masa hidup di mana ia telah menghabiskan waktu di lokasi-lokasi geografis di Iran dan Pakistan. Jarak antara kota-kota di mana ia mengalami memori geografis, antara Isfahan dan Lahore, adalah sekitar 1000 mil atau 1600 kilometer. Berdasarkan masa ketika paviliun itu dipindahkan ke Shalimar Burg, kehidupan lampau Peter, ketika ia mengunjungi kompleks taman tersebut, pasti sebelum tahun 1799.

Tidak jelas apakah perjalanan antara Isfahan dan Lahore di abad ketujuh belas adalah umum. Jika itu umum, maka pengalaman Peter bisa saja terjadi dalam satu inkarnasi sebelumnya. Jika perjalanan antara kota-kota ini tidak terjadi pada masa itu, maka Petrus mungkin memiliki dua inkarnasi sebelumnya, satu masa kehidupan di daerah Isfahan, Iran, dan satu lagi di daerah Lahore, Pakistan.

Bakat dan minat bawaan : Peter fasih dalam bahasa Persia dan kemudian menjadi seorang sarjana yang diakui dunia dalam studi Persia dan Islam. Sangat mungkin bahwa bakatnya untuk bahasa Persia dan cintanya pada sastra, sejarah dan budaya Persia dan Islam berasal dari kehidupan masa lalu atau masa hidupnya sebagai seorang Muslim di Iran.

Perubahan Kebangsaan dan Agama : Meskipun agama Peter Avery tidak secara khusus diidentifikasi dalam laporan kasus Ian Stevenson, kemungkinan Peter dibesarkan dalam keluarga Kristen, berdasarkan nama dan kelahiran di Inggris, sebuah negara yang didominasi Kristen.

Jika Peter memang memiliki masa lalu atau masa hidup di Iran dan Pakistan, dan jika antusiasme untuk budaya Islam berasal dari inkarnasi masa lalunya sebagai seorang muslim, maka hal ini menunjukkan perubahan yang signifikan dalam kebangsaan dan agama dari satu masa kehidupan ke kehidupan yang lain.
Ketika kita mengamati peristiwa seperti pengeboman di World Trade Center di New York  dan konflik yang sedang berlangsung antara Taliban, Al-Qaeda dan budaya Yahudi-Kristen, peristiwa ini dapat mengajarkan kita pelajaran berharga.

Kasus reinkarnasi menunjukkan bahwa kita dapat menjadi Islam dalam satu masa kehidupan dan Kristen di masa kehidupan lain, serta bangsa Iran atau Pakistan dalam satu inkarnasi dan bangsa Inggris di kehidupan berikutnya. Realitas ini seharusnya membuat kita melihat diri kita sebagai jiwa universal yang tidak terbatas pada satu agama atau kebangsaan. Kesadaran ini dapat membantu kita menciptakan dunia yang lebih damai.





Sumber : Sumber : http://henkykuntarto.wordpress.com/

Reinkarnasi Tang Jiangshan


Benarkah ada reinkarnasi? Dunia memang penuh misteri. Benar atau tidaknya, akan terus menjadi perdebatan.

Banyak cerita beredar tentang individu yang mengaku menjadi reinkarnasi dari seorang tokoh sebelum dia hidup. Seperti kisah berikut ini. Percaya atau tidak, kami kembalikan pada penilaian kamu.

Tang Jiangshan Kecil

Tang Jiangshan
Ada seorang anak, bernama Tang Jiangshan yang lahir pada tahun 1976 di Dong Fang, Kecamatan Gan Cheng, propinsi Hai Nan, China

Sewaktu berumur 3 tahun, tiba-tiba ia mengatakan kepada kedua orangtuanya: “Saya bukan anak kalian. Pada kehidupan lampau nama saya adalah Chen Mingdao, ayah kehidupan lampauku bernama San Die. Rumah saya di Dan Zhou, dekat laut.” Omongan ini kalau didengar orang lain bagaikan omong kosong, perlu diketahui, Dan Zhou terletak di utara pulau Hai Nan, berjarak 160 km dari kota Dong Fang.

Selain itu, Tang Jiangshan mengatakan bahwasanya dirinya dibunuh dengan menggunakan golok dan tombak di dalam aksi kekerasan pada masa revolusi kebudayaan, konon di bagian pinggangnya masih terdapat bekas luka bacok peninggalan kehidupan masa lalu. Yang membuat orang merasa takjub ialah Tang Jiangshan mampu berbicara dialek Dan Zhou dengan sangat fasih. Orang Dan Zhou berbicara bahasa Jun, berbeda sekali dengan dialek Hok Kian yang digunakan oleh penduduk kota Dong Fang.

Bayangkan, seorang bocah baru berumur beberapa tahun (balita), bagaimana bisa?

Pada saat Tang Jiangshan berumur 6 tahun, ia mendesak orang tuanya agar membawanya mengunjungi kerabatnya pada kehidupan masa lampau. Keluarganya tidak mau, maka ia mogok makan, akirnya sang ayah menurutinya, dan mereka pun pergi menuju tempat yang dimaksud. Yaitu desa Huang Yu, kecamatan Xin Ying – kota Dan Zhou.

Tang Jiangshan langsung menuju ke hadapan pak tua Chen Zan Ying, menggunakan bahasa Dan Zhou dan memanggilnya “San Die”, mengatakan dirinya bernama Chen Mingdao, yang pada masa revolusi besar kebudayaan oleh karena bentrokan fisik sehingga dibinasakan orang. Sesudah meninggal terlahir kembali di kecamatan Gan Cheng – kota Dong Fang, kini datang mencari orang tua kehidupan masa lampaunya.

Mendengar penuturan itu, Chen Zan Ying sejenak tertegun tak tahu bagaimana harus bersikap. Kemudian si anak kecil menunjukkan kamar tidur kehidupan masa lampaunya, dan menghitung satu persatu benda-benda pada kehidupan lampaunya. Menyaksikan semuanya ini dengan kenyataan pada masa lalu sama sekali tidak meleset, pak tua Chen Zan Ying saking terharunya berpelukan menangis dengan Tang Jiangshan dan memastikan ia memang adalah kelahiran kembali anaknya yang bernama Chen Mingdao.

Tang Jiangshan juga telah mengenali kedua kakak perempuan dan kedua adik perempuannya serta para sobat kampung lainnya, bahkan termasuk teman wanita pada kehidupan masa lampaunya: Xie Shuxiang. Semua kejadian ini telah membuat takjub kerabat dan tetangga Chen Mingdao. Sejak saat itu, “Manusia aneh dari 2 masa kehidupan” ini, Tang Jiangshan, memiliki 2 rumah dan 2 pasang orang tua. Ia setiap tahun hilir mudik antara Dong Fang dan Dan Zhou. Si tua Chen Zan Ying beserta keluarga dan orang-orang desa menganggap Tang Jiangshan sebagai Chen Mingdao. Oleh karena Chen Zan Ying tidak memiliki putra lainnya, Tang Jiangshan berperan menjadi anaknya dan berbakti hingga tahun 1998 ketika Chen Zan Ying meninggal dunia.

Kisah ini sempat dimuat beberapa media lokal, termasuk Majalah Femina Dunia Timur. Para editor majalah tersebut pada awalnya juga tidak percaya akan hal tersebut, namun melalui pemeriksaan berulang kali dan pembuktian lapangan, mau tak mau mengakui kebenaran tentang kejadian tersebut.

Sumber : http://www.apakabardunia.com/

Reinkarnasi Jenderal Konfederasi AS John B. Gordon

Oleh : Jeffrey J.Keene

From the book : Someone else’s Yesterday


Ini adalah kasus reinkarnasi yang unik dari Jeffrey Keene seorang pensiunan petugas pemadam kebakaran dengan bintang jasa di Wesport, Connecticut, USA.  Yang sepertinya dipandu untuk mengungkapkan kehidupan lampaunya sebagai Jenderal John B. Gordon seorang komandan perang saudara di Amerika tahun 1860-an.

Unsur pemandu dalam mengungkap kehidupan lampaunya begitu kuat  hingga seakan dunia spiritual telah mendorongnya ke sana sini “seperti troli belanja”. Cerita Jeff dimulai pada Mei 1991, ketika ia sedang berlibur bersama istrinya, Anna. Mereka sedang mencari barang barang antik dan berhenti di Sharpsburg, Maryland, tempat pertempuran Antietam di masa Perang Saudara Amerika berlangsung. Meskipun Jeff tidak pernah membaca buku tentang perang saudara atau memiliki ketertarikan apapun mengenai era itu, ia merasa wajib mengunjungi medan pertempuran itu.


Di sebuah petak lapangan  yang disebut Sunken Road, Jeff mendengarkan narasi dari kaset mengenai peristiwa peristiwa yang terjadi di tahun 1862 itu. Pertempuran itu melibatkan sebuah resimen yang disebut Alabama ke 6, yang dikomandani oleh Kolonel John B. Gordon. Ketika berjalan melintasi tempat tersebut, Jeff tanpa sadar berjalan ke sebuah daerah yang pernah diduduki oleh pasukan John B. Gordon. Di tempat itu ia mengalami suatu reaksi yang aneh, seperti sebuah gelombang kedukaan, kesedihan dan kemarahan melanda dirinya. Ia sangat terkejut akan reaksi ini seolah olah suatu kilasan2 pertempuran yang ia pimpin terjadi di depan matanya. Jeff sangat merasakan bagaimana situasi kala itu sehingga tanpa sadar ia menangis. Tapi saat itu ia masih belum bisa menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi.

Pada Oktober 1992, Jeff dan Anna menghadiri  sebuah pesta Halloween. Seorang peramal  bernama Barbara Camwell diundang untuk membuat ramalan di pesta tersebut. Ketika giliran Jeff tiba, pengalamannya di Sunken Road timbul kembali, Barbara mengatakan bahwa ia dulunya adalah seorang tentara dan ia telah tertembak pada saat pertempuran tersebut. Kemudian Jeff mencari majalah-majalah yang memuat tentang cerita pertempuran tersebut. Jeff membuka majalah itu sampai ke sebuah pengalaman yang memuat gambar Sunken Road, tempat dimana Jeff mengalami luapan luapan emosi aneh.
Dalam perang tersebut memang diceritakan  bahwa Kolonel John B. Gordon tertembak, tapi yang lebih mengagetkan lagi adalah saat ia melihat foto dari John B. Gordon yang ternyata sangat mirip dengan dirinya. Ia seperti melihat foto dirinya dengan seragam tentara yang memimpin pertempuran tersebut. Ia juga ingat bagaimana ia tertembak di beberapa tempat sebelum tak sadarkan diri. Ia ternyata selamat dari pertempuran itu.
Setelah itu mulailah Jeff mengingat memori memori  masa kehidupannya sebagai John B. Gordon, Jeff juga menjabarkan beberapa kesamaan kebiasaan dan sifat antara dirinya dan Gordon. Hal ini meliputi kesukaannya untuk berdiri dengan tangan bersilang, selera berpakaian yang sama, dan bekas bekas luka di wajah dan tubuhnya yang memcerminkan bekas luka tempur dari John B. Gordon.  Jeff, sebelum mengetahui kaitannya dengan Gordon,  pernah menderita sakit di wajah dan di leher yang ia tidak ketahui sebabnya, lokasi rasa sakit itu ternyata sesuai dengan luka luka di wajah dan leher yang menimpa Gordon di Antietam. Dan banyak lagi kesamaan kesamaan yang ditemukan Jeff seperti gaya menulis dan tulisan tangan.

Orang orang berinkarnasi biasanya dalam kelompok, berdasarkan karma kelompok dan ikatan emosional, dan proyek bersama. Dan ternyata ditemukan bahwa sejawat Jeff di pemadam kebakaran adalah rekan militer John B. Gordon selama Perang Saudara. Jeff berhasil mengenali beberapa kecocokan di antara rekan rekannya di pemadam kebakaran dengan perwira perwira yang telah bertembur bersama Gordon. Salah satunya adalah Wayne R. Zaleta yang menunjukkan keserupaan fisik yang amat mirip dengan Jenderak Konfederasi Cadmus Wilcox yang ditunjukkan pada foto dibawah ini.


Dalam hal memori kehidupan lampau,Jeff mendeskripsikan  tiga jenis memori. Pertama melalui serangkaian meditasi, Jeff mampu memvisualisasikan atau mengingat detail detail kehidupannya sebagai Gordon. Kedua adalah dengan spontan mampu mengetahui detil kehidupan Gordon, ketika mengunjungi tempat dimana Gordon pernah berada. Ketiga adalah memori emosional, seperti yang terjadi di Sunken Road, dimana emosi dia begitu nyata pada saat itu.

Pada akhir bukunya yang berjudul Someone Else Yesterday, Jeff Keene menulis :
Berhentilah sejenak dan renungkan bagaimana jadinya dunia jika reinkarnasi terbukti menjadi suatu realita kehidupan. Bagaimana kemudian kita akan memperlakukan sesama? Ketika berurusan dengan keluarga, teman, atau kenalan, kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri beberapa pertanyaan seperti: siapa gerangan jiwa jiwa ini? Apa hubungan mereka denganku? Apa aku akan belajar sesuatu dari mereka atau apa akau yang akan menjadi guru mereka? Kemungkinan kemungkinannya tidak terbatas. Kita semua hidup di rumah yang sama dan rumah itu menjadi semakin kecil setiap harinya. Planet ini telah menjadi “Desa Global”. Semuanya telah terhubung untuk melihat kejadian di sisi dunia yang lain. Setiap negara saling mempengaruhi satu sama lain dengan keuangan, masalah lingkungan, dan permusuhan sepele mereka. Setiap orang perlu mengubah cara berpikir. Tidak lagi aku, tetapi Kita. Tidak lagi mereka, tetapi Kita. Kita meninggalkan jejak pada diri kita sendiri dan orang orang di sekitar kita, jadi marilah kita berjuang dengan pendekatan yang lembut”
Cerita tentang Jeff Keene ini juga telah didokumentasikan oleh Scifi Film dan bisa diakses di Youtube :




Bukti Reinkarnasi

Oleh : Stephen Wagner

Pernahkah Anda hidup sebelumnya? Konsep reinkarnasi – dimana jiwa kita mengalami banyak masa hidupnya selama berabad-abad, bahkan mungkin ribuan tahun – telah dipercayai di hampir di setiap kebudayaan sejak dahulu kala. Orang Mesir, Yunani, Romawi dan Aztec semua percaya tentang adanya “transmigrasi jiwa” dari satu tubuh ke tubuh yang lain setelah kematian. Ini adalah ajaran fundamental agama Hindu.

Walaupun reinkarnasi bukanlah bagian dari ajaran resmi Kristen, banyak umat Kristen percaya tentang reinkarnasi atau setidaknya menerima kemungkinan itu. Itu sama sekali tidak mengherankan, tentang gagasan bahwa setelah kematian kita bisa hidup  kembali sebagai orang lain – mungkin sebagai lawan jenis atau dalam situasi yang sama sekali berbeda dalam kehidupan – sangat menarik dan, bagi banyak orang, sangat menggugah keingintahuan.

Namun apakah ada kebenaran di dalamnya?  Apakah reinkarnasi hanyalah sebuah ide, atau sebuah fantasi? Apakah ada bukti nyata untuk mendukung itu? Inilah beberapa bukti terbaik yang tersedia, yang dikumpulkan oleh para peneliti yang, dalam beberapa kasus, telah mengabdikan hidup mereka untuk subjek tersebut. Periksalah, kemudian putuskan untuk diri sendiri kebenaran tersebut.

Past Life Regression Hypnosis

Praktek untuk melihat kehidupan lampau melalui hipnosis adalah kontroversial, terutama karena hipnosis dianggap bagi beberapa orang bukanlah sebuah alat yang dapat diandalkan. Hipnosis bisa membantu mencapai pikiran bawah sadar kita, tapi informasi yang ditemukan tidak dapat diandalkan sebagai kebenaran. Telah ditunjukkan bahwa praktik hypnosis dapat memunculkan beberapa kenangan palsu. Tapi itu tidak berarti, bagaimanapun, bahwa hipnosis regresi harus diabaikan. Jika informasi kehidupan lampau ternyata dapat diverifikasi melalui penelitian, kasus reinkarnasi dapat diteliti secara lebih serius.

* Kasus yang paling terkenal dari regresi kehidupan lampau melalui hipnosis adalah  dari Ruth Simmons. Pada tahun 1952, terapisnya, Morey Bernstein, membawanya kebelakang melewati titik kelahirannya. Tiba-tiba, Ruth mulai berbicara dengan aksen Irlandia dan menyatakan bahwa namanya adalah Bridey Murphy, yang hidup di abad ke-19 di Belfast, Irlandia. Ruth mengingat banyak detail tentang kehidupanya sebagai Bridey, tapi, sayangnya, upaya untuk mencari tahu apakah benar-benar ada Ms Murphy tidak berhasil. Ada bukti, namun, beberapa bukti tidak langsung membuktikan kebenaran kisahnya: di bawah hipnosis, Bridey menyebutkan nama-nama dari dua pedagang di Belfast tempat ia membeli makanan, Mr Farr dan John Carrigan. Seorang pustakawan Belfast menemukan direktori kota untuk  tahun 1865-1866 yang mencantumkan nama kedua orang tersebut sebagai pedagang grosir. Kisahnya dituliskan dalam sebuah buku oleh Bernstein dan dalam film yang dibuat tahun 1956 berjudul, “The Search for Bridey Murphy.”

Penyakit dan kelainan fisik

Apakah Anda memiliki rasa sakit seumur hidup atau rasa sakit fisik yang tidak dapat dijelaskan? Akar masalahnya mungkin berasal dari beberapa trauma di kehidupan lampau, beberapa peneliti telah menyimpulkan hal tersebut.

* Dalam buku”Have We Really Lived Before?,” Michael C. Pollack, Ph.D., CCHT menggambarkan sakit punggung bawahnya, yang semakin lama semakin buruk selama bertahun-tahun dan membatasi kegiatan-kegiatannya. Ia percaya bahwa ia menemukan sebuah alasan yang paling mungkin selama serangkaian sesi terapi kehidupan lampau: “Saya menemukan bahwa saya pernah hidup setidaknya tiga masa kehidupan di mana saya telah dibunuh dengan cara ditikam atau ditusuk dari belakang. Setelah pengolahan dan penyembuhan melalui pengalaman hidup lampau punggung saya mulai sembuh.

* Penelitian yang dilakukan oleh Nicola Dexter, seorang terapis kehidupan lampau, telah menemukan korelasi penyakit dengan kehidupan lampau pasien, termasuk: seorang penderita bulimia yang ternyata dulunya pernah menelan air laut dalam kehidupan sebelumnya, juga rasa takut melihat atap yang tinggi yang disebabkan oleh pengalaman kejatuhan ukiran langit-langit di sebuah gereja ; masalah yang terus-menerus di bahu dan di daerah lengan yang disebabkan oleh partisipasi dalam tarik tambang yang menyebabkan cedera lengan di masa lampau, sebuah ketakutan akan pisau cukur dan mencukur ditemukan sebabnya di kehidupan lain di mana klien tersebut pernah memotong jari seseorang dengan pedang dan kemudian sebagai hukumannya tangannya dipotong.

Fobia dan Nightmares

Darimanakah rasa takut yang tampaknya tidak rasional berasal? Takut ketinggian, takut air, terbang? Banyak dari kita yang merasa normal tentang hal-hal seperti itu, tetapi beberapa orang punya rasa takut begitu besar sehingga mereka menjadi tidak berdaya. Dan beberapa ketakutan yang benar-benar membingungkan – takut karpet, misalnya?  Dari manakah ketakutan tersebut berasal. Jawabannya, tentu saja, bisa dianalisa secara psikologis kompleks, namun para peneliti mengatakan bahwa dalam beberapa kasus mungkin ada hubungannya dengan kehidupan sebelumnya.
  • Pada buku “Healing Past Lives through Dreams,” penulis bercerita tentang klaustrofobia dan kecenderungan untuk panik ketika tangan dan kakinya hanya terbatas atau dibatasi dengan cara apapun. Dia percaya bahwa dari mimpinya tentang kehidupan lampau, ia telah menemukan sebuah trauma dari kehidupan lampau yang menjelaskan ketakutan ini.”Suatu malam di dalam mimpi saya menemukan diri saya melayang di atas sebuah kejadian yang cukup mengganggu,” tulisnya. “Itu terjadi di sebuah kota di Spanyol pada abad kelima belas, dan saya melihat seorang laki-laki yang sangat ketakutan sedang terikat dan dikerumuni oleh orang-orang yang mencemoohnya. Dia telah dinyatakan berbuat sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan gereja. Beberapa eksekutor lokal, dengan restu pejabat gereja, ingin melaksanakan keadilan. Mereka mengikat tangan dan kakinya, kemudian membungkus dengan sangat erat dalam karung. Kemudian mereka membawanya ke sebuah bangunan yang sudah ditinggalkan, mendorongnya ke sudut gelap di bawah lantai, dan membiarkannya mati. Aku menyadari dengan kengerian bahwa orang tersebut adalah saya. “
Penampilan fisik

Dalam bukunya “Someone Else’s Yesterday”, Jeffrey J. Keene berteori bahwa seseorang dalam kehidupan ini dapat sangat menyerupai orang atau dia sendiri dalam kehidupan sebelumnya. Keene, seorang asisten Fire Chief yang tinggal di Westport, Connecticut, percaya bahwa ia adalah reinkarnasi dari John B. Gordon, seorang Jenderal Konfederasi Angkatan Darat dari Virginia Utara, yang meninggal pada 9 Januari 1904. Sebagai bukti, ia menunjukkan foto-foto dirinya dan sang Jenderal – dan, memang, ada kemiripan yang mencolok. ” Di luar kesamaan fisik, Keene mengatakan bahwa “cara mereka berpikir sama, terlihat sama dan bahkan berbagi bekas luka wajah yang sama. Kehidupan mereka begitu terjalin bahwa mereka muncul untuk menjadi satu.”

Ingatan spontan anak-anak dan Pengetahuan Khusus

Banyak anak-anak kecil yang mengaku telah mengingat kehidupan lampau dengan mengungkapkan pikiran, menjelaskan tindakan spesifik dan lingkungan, dan bahkan tahu bahasa asing – yang tak satu pun yang dapat mereka ketahui atau telah belajar dari pengalaman masa kini mereka.Banyak kasus seperti ini didokumentasikan dalam buku Carol Bowman Children’s Past Lives.
  • Seorang anak yang berusia delapan belas bulan  Elsbeth, yang tidak pernah mengucapkan sebuah kalimat lengkap sebelumnya. Tapi suatu sore, ketika ibunya sedang memandikannya, Elsbeth berbicara yang membuat ibunya shock. “Aku akan memenuhi janji saya,” katanya kepada ibunya. Dengan terkejut, ia bertanya tentang pernyataan aneh tersebut. “Aku bukan Elsbeth sekarang,” jawab anaknya.  “Aku Rose, tapi aku akan menjadi Suster Teresa Gregorius.” Dia kemudian menggambarkan kebiasaan biarawati secara rinci serta tugas-tugas sehari-hari di biara.
  • Ketika Tommy kecil berusia sekitar lima tahun, sebuah kancing dari celananya terlepas. Ketika ibunya tidak segera menjahitkan kancingnya kembali, Tommy mencari jarum dan benang dan melakukan pekerjaan tersebut sendiri. “Dia menjahit kancingnya begitu ahli sehingga saya tidak bisa mempercayainya,” kata ibunya.”Saya tidak pernah mengajarinya menjahit dan ia belum pernah melihat saya melakukannya.” Ketika ia bertanya bagaimana ia tahu bagaimana melakukan hal itu, Tommy mengatakan, “Yah, kami biasa melakukannya di kapal sepanjang waktu.”  Dia kemudian menghubungkan rincian kehidupan sebelumnya sebagai seorang pelaut.
Tulisan

Dapatkah kehidupan lampau dibuktikan dengan membandingkan tulisan tangan orang yang hidup dengan orang yang telah meninggal yang ia klaim sebagai dirinya? Peneliti India Vikram Raj Singh Chauhan percaya tentang hal tersebut. Chauhan telah melakukan studi tentang kemungkinan ini, dan temuannya telah diterima positif pada Konferensi Nasional Para ilmuwan Forensik  di Universitas Bundelkhand, Jhansi.
  • Seorang enam tahun anak laki-laki bernama Taranjit Singh dari desa Alluna Miana, India, mengklaim sejak ia berusia dua tahun bahwa dia dulunya adalah seseorang bernama Satnam Singh. Orang tersebut tinggal di desa Chakkchela, Taranjit bersikeras, dan bahkan tahu nama ayah Satnam. Dia meninggal ketika mengendarai sepeda pulang dari sekolah. Penyelidikan memverifikasi bahwa Taranjit mengetahui banyak detail dari kehidupan sebelumnya sebagai Satnam. Tapi yg mengherankan adalah bahwa tulisan tangan mereka – sebuah ciri  yang diketahui oleh para ahli tidak berbeda seperti sidik jari – adalah hampir identik.
Tanda lahir dan Cacat lahir

Dr Ian Stevenson, Kepala Departemen Psikiatri di University of Virginia School of Medicine, Charlottesville, Virginia, adalah salah satu peneliti terkemuka, penulis tentang masalah reinkarnasi dan kehidupan lampau. Pada tahun 1993, ia menulis sebuah makalah berjudul “Birthmarks and Birth Defects Corresponding to Wounds on Deceased Persons” bukti fisik yang kemungkinan berasal dari kehidupan lampau. “Di antara 895 kasus anak-anak yang mengaku mengingat kehidupan sebelumnya (atau dianggap oleh orangtuanya memiliki kehidupan sebelumnya),” Stevenson menulis, “tanda lahir dan/atau cacat kelahiran dapat dikaitkan dengan kehidupan sebelumnya, yang dibuktikan pada 309 (35% ) dari subyek. Tanda lahir atau cacat lahir anak dikatakan berhubungan dengan suatu luka (biasanya fatal) atau tanda pada seseorang di kehidupan sebelumnya yang diingat anak tersebut. “

Tapi mungkinkah semua kasus-kasus ini dapat diverifikasi?
  • Dalam satu kasus yang menarik, seorang anak laki-laki India yang mengklaim untuk mengingat kehidupan sebagai seorang pria bernama Maha Ram, yang dibunuh dengan senapan yang ditembakkan dari jarak dekat. Anak ini memiliki serangkaian tanda lahir di tengah-tengah dadanya yang tampak seperti berhubungan dengan bekas tembakan senapan. Jadi cerita tersebut kemudian diinvestigasi.  Memang, ternyata ada seorang pria bernama Maha Ram yang terbunuh oleh senapan  tepat di dada. Laporan otopsi mencatat adanya luka tembakan pada dada – yang berhubungan langsung dengan tanda lahir anak itu .
  • Seorang pria dari Thailand menyatakan bahwa ketika ia masih anak-anak memiliki kenangan akan kehidupan lampau – sebagai paman dari pihak ayah. Pria ini memiliki bekas luka besar seperti tanda lahir di belakang kepalanya. Pamannya, ternyata, meninggal karena luka parah oleh pisau pada bagian kepalanya.
Dr Stevenson telah mendokumentasikan banyak kasus seperti itu, dan banyak yang telah ia verifikasi melalui catatan medis.


Sumber : http://henkykuntarto.wordpress.com/